Meningkatkan Kepatuhan Terhadap Standar Pakan Nasional: Pendekatan AHP Berbasis Pemangku Kepentingan untuk Peningkatan Kualitas Jagung di Sulawesi Selatan

Enhancing Compliance with National Feed Standards: A Stakeholder-Based AHP Approach to Corn Quality Improvement In South Sulawesi

Authors

  • Ichlasul Amal Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin
  • Mita Arifa Hakim Program Studi Teknologi Pakan Ternak, Fakultas Vokasi, Universitas Hasanuddin, Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 10 Tamalanrea, Makassar, South Sulawesi 90245, Indonesia
  • Muh Ridwan Bahar Program Studi Teknologi Pakan Ternak, Fakultas Vokasi, Universitas Hasanuddin, Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 10 Tamalanrea, Makassar, South Sulawesi 90245, Indonesia
  • Andi Muh Fuad Al Kautsar Walinono Program Studi Teknologi Pakan Ternak, Fakultas Vokasi, Universitas Hasanuddin, Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 10 Tamalanrea, Makassar, South Sulawesi 90245, Indonesia
  • Satria Ridho Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin
  • Raihan Okto Ramadhan Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin
  • Jasmal Ahmari Syamsu Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Peternakan dan Hewan Tropika, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56625/jipho.v8i1.475

Keywords:

Jagung, standar pakan nasional, kualitas bahan pakan, Analytical Hierarchy Process (AHP), Sulawesi Selatan

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan komoditas strategis dalam rantai pasok pakan ternak di Indonesia, namun variasi mutu pasca-panen masih menjadi kendala untuk memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penentu dan memprioritaskan strategi peningkatan kualitas jagung pakan di Sulawesi Selatan dengan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) berbasis pemangku kepentingan. Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara mendalam dengan lima kelompok aktor kunci: petani, pengepul, pengusaha pengeringan, penyuluh, dan akademisi. Proses analisis dilakukan menggunakan metode Aggregation of Individual Judgement (AIJ) untuk menghasilkan bobot prioritas global dari masing-masing strategi. Hasil menunjukkan bahwa strategi internal di tingkat petani, khususnya penerapan standard operating procedure (SOP) pasca-panen (EV = 0,280) dan pelatihan teknis (EV = 0,195), menempati prioritas tertinggi. Strategi eksternal, seperti penyediaan gudang standar (EV = 0,163), akses kredit mikro (EV = 0,130), kemitraan kontrol mutu (EV = 0,121), serta pengeringan mekanis (EV = 0,062), juga memiliki kontribusi signifikan terutama dalam mengurangi risiko cemaran jamur. Sub-kriteria dominan yang menentukan keberhasilan strategi adalah pengendalian kadar air dan pencegahan biji berjamur. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi intervensi teknis di tingkat petani dengan dukungan sistemik dari infrastruktur, pembiayaan, dan kemitraan rantai pasok. Kesimpulannya, peningkatan kepatuhan terhadap SNI jagung memerlukan pendekatan kolaboratif berbasis pemangku kepentingan, dengan fokus pada pengendalian kadar air dan pengurangan risiko mikotoksin. Rekomendasi penelitian ini dapat menjadi dasar kebijakan dan program intervensi untuk menjamin mutu jagung pakan yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

Downloads

Published

30-01-2026

How to Cite

Amal, I., Hakim, M. A., Bahar, M. R., Walinono, A. M. F. A. K., Ridho, S., Ramadhan, R. O., & Syamsu, J. A. (2026). Meningkatkan Kepatuhan Terhadap Standar Pakan Nasional: Pendekatan AHP Berbasis Pemangku Kepentingan untuk Peningkatan Kualitas Jagung di Sulawesi Selatan : Enhancing Compliance with National Feed Standards: A Stakeholder-Based AHP Approach to Corn Quality Improvement In South Sulawesi. Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo, 8(1), 85–93. https://doi.org/10.56625/jipho.v8i1.475