Strategi Hilirisasi Peternakan Sapi di Nusa Tenggara Timur Berbasis Rantai Nilai Lokal

Downstream Strategy for Livestock Farming in East Nusa Tenggara Based on the Local Value Chain

Authors

  • I Kadek Yoga Kertiyasa Universitas Nusa Cendana
  • Ni Nengah Suryani Universitas Nusa Cendana
  • Dewi Elfrida Shihombing Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan Universitas Nusa Cendana
  • Prihutomo Suharto Universitas Nusa Cendana
  • I Putu Gede Didik Widiarta Universitas Mulawarman
  • Ni Wayan Ayuningsih Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.56625/jipho.v8i3.946

Keywords:

hilirisasi, kebijakan, kelembagaan, rantai pasok, sapi potong

Abstract

Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi besar dalam sektor peternakan dengan populasi sapi mencapai angka tertinggi nasional sekitar 603.636 ekor pada tahun 2025. Meskipun peternakan sapi erat kaitannya dengan tradisi lokal dan sumber ekonomi, pengembangannya masih terhambat oleh terbatasnya akses teknologi modern, rendahnya kualitas produk, serta infrastruktur distribusi yang belum memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai strategi hilirisasi peternakan, praktik terbaik, serta tantangan dalam meningkatkan rantai nilai lokal guna menjamin keberlanjutan usaha peternak rakyat. Metode yang digunakan narrative review dengan fokus pada dinamika rantai nilai pasok dan strategi hilirisasi produk sapi di NTT. Hasil menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan harus berlandaskan pada Good Breeding Practices dan Good Farming Practices serta dukungan akses permodalan untuk meningkatkan daya saing peternak. Identifikasi potensi lokal menunjukkan dominasi sistem pemeliharaan pasture. Penguatan kelembagaan melalui koperasi atau BUMDes sebagai kunci dalam meningkatkan posisi tawar dan akses informasi pasar bagi peternak. Dari sisi infrastruktur, pembangunan Pusat Logistik, Rumah Potong Hewan (RPH) modern dan rantai pasok dingin (cold chain) dalam menjaga mutu produk daging. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan vokasi dan pemanfaatan teknologi informasi sistem "SIKAPETER" terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja peternakan. Selain itu, sinkronisasi kebijakan antar-lembaga diperlukan untuk menyelaraskan regulasi budidaya dengan standar SNI dan sertifikasi halal guna menciptakan industri yang berdaya saing. Transformasi hilirisasi peternakan sapi di NTT melalui integrasi standar pemeliharaan, penguatan lembaga, dan pembangunan infrastruktur modern sebagai langkah strategis untuk menciptakan ekosistem peternakan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal.

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

Kertiyasa, I. K. Y., Suryani, N. N., Shihombing, D. E., Suharto, P., Widiarta, I. P. G. D., & Ayuningsih, N. W. (2026). Strategi Hilirisasi Peternakan Sapi di Nusa Tenggara Timur Berbasis Rantai Nilai Lokal : Downstream Strategy for Livestock Farming in East Nusa Tenggara Based on the Local Value Chain. Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo, 8(3), 374–381. https://doi.org/10.56625/jipho.v8i3.946