Pengaruh Perlakuan Benih dan Intensitas Pencahayaan Gelap–Terang terhadap Pertumbuhan Jagung (Zea mays L.) Sebagai Hijauan Pakan Ternak

The Effects of Seed Treatment and Light-Dark Illumination Intensity on the Growth of Zea mays L. as Livestock Forage

Authors

  • Atik Winarti PSDKU UB Kediri
  • Hanief Eko Sulistyo Faculty of Animal Science and Technology Universitas Brawijaya
  • Hanum Muarifah Animal Science and Technology Study Program, PSDKU, Universitas Brawijaya
  • Muhammad Helmi Animal Science and Technology Study Program, PSDKU, Universitas Brawijaya
  • Yohana Nanita Nansy Ardilla Animal Science and Technology Study Program, PSDKU, Universitas Brawijaya
  • Ruping Meirantika Animal Science and Technology Study Program, PSDKU, Universitas Brawijaya
  • Desika Wulandari Animal Science and Technology Study Program, PSDKU, Universitas Brawijaya
  • Nayla Stevia Lutfi Animal Science and Technology Study Program, PSDKU, Universitas Brawijaya
  • Cindy Auvril Lysa Animal Science and Technology Study Program, PSDKU, Universitas Brawijaya
  • Fuat Aji Hidayat Animal Science and Technology Study Program, PSDKU, Universitas Brawijaya

DOI:

https://doi.org/10.56625/jipho.v8i3.997

Keywords:

perkecambahan, jagung, perlakuan benih, intensitas cahaya, skarifikasi

Abstract

Perkecambahan merupakan tahap kritis dalam budidaya jagung (Zea mays L.) sebagai tanaman pakan ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh perlakuan benih dan intensitas cahaya terhadap viabilitas, tinggi tanaman, dan jumlah daun jagung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah perlakuan benih (x) yang terdiri dari perendaman air biasa 27°C (P1), perendaman air panas 70°C (P2), perendaman larutan asam sitrat 10% (P3), perendaman larutan natrium bikarbonat 10% (P4), dan penyayatan dengan cutter (P5). Faktor kedua adalah intensitas cahaya (y), yaitu kondisi gelap dan terang. Sebanyak 250 benih digunakan dalam 10 kombinasi perlakuan, masing-masing diulang 5 kali dengan 5 benih per ulangan dan diamati selama 14 hari. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan (DMRT) pada taraf 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan benih berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap viabilitas benih, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Skarifikasi mekanik (P5) menghasilkan viabilitas tertinggi sebesar 62%. Intensitas cahaya tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap seluruh variabel yang diamati. Disimpulkan bahwa skarifikasi mekanik merupakan perlakuan paling efektif untuk meningkatkan viabilitas benih jagung, sedangkan intensitas cahaya tidak memengaruhi pertumbuhan awal tanaman secara signifikan.

Downloads

Published

31-07-2026

How to Cite

Winarti, A., Eko Sulistyo, H., Muarifah, H., Helmi, M., Nansy Ardilla, Y. N., Meirantika, R., Wulandari, D., Stevia Lutfi, N., Auvril Lysa, C., & Aji Hidayat, F. (2026). Pengaruh Perlakuan Benih dan Intensitas Pencahayaan Gelap–Terang terhadap Pertumbuhan Jagung (Zea mays L.) Sebagai Hijauan Pakan Ternak : The Effects of Seed Treatment and Light-Dark Illumination Intensity on the Growth of Zea mays L. as Livestock Forage. Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo, 8(3), 442–448. https://doi.org/10.56625/jipho.v8i3.997

Most read articles by the same author(s)