Indeks Fertilitas Sapi Bali Betina Umur Berbeda dengan Menggunakan Inseminasi Buatan di Desa Sindangkasih, Kecamatan Ranomeeto, Barat Kabupaten Konawe Selatan

Fertility Index of Bali Cows at Different Ages Using Artificial Insemination in Sindangkasih Village, Ranomeeto Barat District, Konawe Selatan Regency

Authors

  • Inal Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Sulawesi Tenggara
  • Awal Maulid Sari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Sulawesi Tenggara
  • Farra Sasmita Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Sulawesi Tenggara
  • Ruksanan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Sulawesi Tenggara
  • Hajar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Sulawesi Tenggara

DOI:

https://doi.org/10.56625/jipho.v8i2.943

Keywords:

Conception Rate, Days Open, Indeks Fertilitas, Inseminasi Buatan, Sapi Bali

Abstract

Subsektor peternakan memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani, khususnya melalui pengembangan sapi Bali sebagai komoditas unggulan dengan potensi reproduksi yang tinggi, namun keberhasilan reproduksi sangat dipengaruhi oleh faktor umur dan penerapan teknologi inseminasi buatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks fertilitas sapi Bali betina pada umur berbeda melalui penerapan inseminasi buatan di Desa Sindangkasih, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan. Metodologi, penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pendekatan deskriptif, dengan sampel sebanyak 50 ekor sapi Bali betina yang terdiri atas kelompok umur 3–4 tahun dan 8–9 tahun, masing-masing sebanyak 25 ekor, parameter yang diamati meliputi conception rate, service per conception, days open, dan indeks fertilitas. Hasil, menunjukkan bahwa kelompok umur 3–4 tahun memiliki nilai conception rate sebesar 80%, service per conception 1,20 kali, days open 90 hari, dan indeks fertilitas 18%, sedangkan kelompok umur 8–9 tahun memiliki nilai conception rate 56%, service per conception 1,36 kali, days open 95 hari, dan indeks fertilitas 11%. Pembahasan, hasil ini menunjukkan bahwa sapi Bali betina pada umur produktif memiliki performa reproduksi yang lebih baik dibandingkan umur yang lebih tua, yang dipengaruhi oleh kondisi fisiologis, kualitas oosit, serta efisiensi respon terhadap inseminasi buatan. Kesimpulan, umur merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan reproduksi sapi Bali, sehingga pemilihan indukan pada umur optimal perlu diperhatikan untuk meningkatkan efisiensi reproduksi dan produktivitas ternak.

Author Biographies

Awal Maulid Sari, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Sulawesi Tenggara

Program Studi Peternakan Fakultas Teknologi Peternakan Universitas Sulawesi Tenggara

Farra Sasmita, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Sulawesi Tenggara

Program Studi Peternakan Fakultas Teknologi Peternakan Universitas Sulawesi Tenggara

Ruksanan, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Sulawesi Tenggara

Program Studi Peternakan Fakultas Teknologi Peternakan Universitas Sulawesi Tenggara

Hajar, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Sulawesi Tenggara

Program Studi Peternakan Fakultas Teknologi Peternakan Universitas Sulawesi Tenggara

Downloads

Published

30-04-2026

How to Cite

Inal, Sari, A. M., Sasmita, F., Ruksanan, R., & Hajar, H. (2026). Indeks Fertilitas Sapi Bali Betina Umur Berbeda dengan Menggunakan Inseminasi Buatan di Desa Sindangkasih, Kecamatan Ranomeeto, Barat Kabupaten Konawe Selatan: Fertility Index of Bali Cows at Different Ages Using Artificial Insemination in Sindangkasih Village, Ranomeeto Barat District, Konawe Selatan Regency. Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo, 8(2), 310–316. https://doi.org/10.56625/jipho.v8i2.943