Prevalensi Kecacingan Pada Sapi Akseptor Upaya Khsusus Sapi Induk Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) Di Kabupaten Muna.

Authors

  • La Saju Fakultas Peternakan Univesitas Halu Oleo
  • La Ode Ba’a Fakultas Peternakan Univesitas Halu Oleo
  • Achmad Selamet Aku Fakultas Peternakan Univesitas Halu Oleo

Keywords:

Sapi akseptor, Purposive sampling, Metode natif, Telur cacing

Abstract

Helminthiasis merupakan penyakit pada hewan yang disebabkan oleh berbagai jenis cacing, baik dari kelas trematoda, nematoda, maupun cestoda yang sangat merugikan karena dapat menyebabkan terjadinya gangguan pertumbuhan, penurunan berat badan, mengganggu status kesehatan secara umum sehingga mudah terinfeksi penyakit lain dan dapat menimbulkan kematian bahkan bersifat zoonosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi cacing pada sapi akseptor upsus siwab di Kabupaten Muna.Pengambilan sampel dengan menggunakan metode Purposive Sampling.Variabel yang diamati yaitu jenis telur cacing, dari hasil pengamatan di Laboratorium Unit Fisiologi, Reproduksi, dan Kesehtan Ternak, dengan menggunakan metode natif dibawah mikroskop dengan pembesaran 100x.Hasil penelitian menunjukan bahwa prevalensi cacing pada sapi disemua wilayah penelitian terinfeksi cacing dengan 15 jenis spesies cacing. Tingkat kejadian cacing tertinggi terdapat pada wilayah Kecamatan Napabalano sebesar 66,67% dengan 12 jenis spesies cacing, tingkat kejadian terendah terdapat diwilayah Kecamatan Watopute sebesar 13,33% dengan 3 jenis spesies cacing. Berdasarkan tingkat kehadiran spesies cacing, menunjukan spesies cacing Ascaris vitulorum dengan tingkat kehadiran tertinggi yaitu 16,30% sedangkan spesies cacing dengan tingkat kehadiran terendah yaitu Thelezia rodheesii 0,37%.

Downloads

Published

29-10-2021

How to Cite

Saju, L., Ba’a, L. O., & Aku, A. S. (2021). Prevalensi Kecacingan Pada Sapi Akseptor Upaya Khsusus Sapi Induk Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) Di Kabupaten Muna . Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo, 3(4), 429–433. Retrieved from https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/706

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 > >>