Uji Aktivitas Antibakteri Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Bakteri Salmonella pullorum dan Bacillus cereus Sebagai Alternatif Feed additive pada Unggas
Antibacterial Activity of Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Fruit Against Salmonella pullorum and Bacillus cereus as an Alternative Feed additive in Poultry
DOI:
https://doi.org/10.56625/jipho.v8i1.483Keywords:
Belimbing wuluh, antibakteri, feed additive, Salmonella pullorum, Bacillus cereusAbstract
Permintaan terhadap produk unggas yang aman dan bebas residu antibiotik mendorong pencarian alternatif alami sebagai pengganti antibiotik sintetis. Salah satu bahan potensial adalah sari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dengan kemampuan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sari buah belimbing wuluh terhadap bakteri Salmonella pullorum (Gram negatif) dan bakteri Bacillus cereus (Gram positif) sebagai bahan alami feed additive. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan, yaitu kontrol positif (Chemical antibacterial Behn Meyer), kontrol negatif (aquades), dan lima konsentrasi sari buah belimbing wuluh (20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%), masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah diameter daya hambat pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi sari buah belimbing wuluh juga meningkatkan daya hambat pada bakteri Salmonella pullorum dan Bacillus cereus. Daya hambat terhadap bakteri Salmonella pullorum mulai terlihat pada konsentrasi 40% yaitu 12,90 ± 3,56 mm dan mencapai 21,89 ± 5,23 mm pada konsentrasi 100%, sedangkan terhadap bakteri Bacillus cereus pada konsentrasi 20% yaitu 12,65 ± 2,78 mm dan meningkat hingga 22,15 ± 1,45 mm pada konsentasi 100%. Kesimpulan, sari buah belimbing wuluh menunjukkan aktivitas antibakteri kategori kuat hingga sangat kuat dan mampu meningkatkan daya hambat pada bakteri Salmonella pullorum dan Bacillus cereus (P<0,05), sehingga berpotensi sebagai feed additive alami yang mendukung kesehatan saluran pencernaan unggas.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Syukrah Nur Khaeriyah, Zamsan Maharani, Sri Purwanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


