Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <p><strong style="font-size: 0.875rem;"><img style="float: left; width: 200px; margin-top: 8px; margin-right: 10px; border: 2px solid #184B80;" src="https://jipho.uho.ac.id/public/journals/1/cover_issue_4_en_US.jpg" alt="" /></strong></p> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <p style="text-align: justify;"><strong>JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)</strong> is a scientific journal in the field of animal husbandry which includes; breeding and genetics, reproduction, physiology, nutrition, feed technology, forage, livestock production, biotechnology, behavior, health, livestock systems, socio-economics, policy, and livestock product technology.</p> <p style="text-align: justify;">JIPHO is a peer-reviewed journal published four times a year (January, April, July, October). JIPHO is published by the Department of Animal Husbandry, <a href="http://fpt.uho.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Faculty of Animal Husbandry, Universitas Halu Oleo</a> in collaboration with the <a href="https://pb-ispi.org/" target="_blank" rel="noopener">Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia</a> (<a href="https://drive.google.com/drive/folders/1EC4zACyi9G4j1yi17Y-Hvq5VImLiCc1W?usp=sharing">Link: MoU</a>).</p> <p style="text-align: justify;">JIPHO provides open access to anyone so that the information and findings in these articles are useful for everyone. This journal's article content can be accessed and <strong>downloaded for free, free of charg</strong>e, following the <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" target="_blank" rel="noopener">Creative Commons license</a> used. However, suppose the data in this article is used as material in article writing or anything else. In that case, you must quote and include the article author's name in the item being made.</p> <p style="text-align: justify;">For Previous journal archives please refer to this link <a href="https://ojs.uho.ac.id/index.php/jipho/issue/archive">JIPHO Vol. 2 No 1 (2020) - Vol. 6 No 2 (2024)</a></p> <p style="text-align: justify;">JIPHO has been ranked in SINTA </p> </div> </div> </div> </div> <p><img src="https://jipho.uho.ac.id/public/site/images/fptjipho350/screenshot-2025-08-05-193045-2590b815e7682f8551fe1dd2fc13fb73.png" alt="" width="923" height="617" /></p> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo en-US Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo 2548-1908 Kualitas Telur Puyuh yang Diberi Tepung Kulit Udang Terhidrolisis Sebagai Sumber Protein dalam Ransum https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/102 <p>Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang penggunaan tepung kulit udang terhidrolisis dalam ransum ternak puyuh petelur sebagai sumber protein. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu tepung kulit udang terhidrolisis.P1 (Ransum Kontrol 0%), P2 (Ransum yang mengandung 5% TKUT-˃ perlakuan NaOH), P3 (Ransum yang mengandung 5% TKUT-˃ perlakuan NaOH+H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>), P4 (Ransum yang mengandung 10% TKUT-˃ perlakuan NaOH), P5 (Ransum yang mengandung 10% TKUT-˃ perlakuan NaOH+H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>). Parameter yang diamati yaitu bobot telur (g/butir), <em>indeks albumen, indeks yolk</em> dan warna kuning telur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tepung kulit udang terhidrolisis 10% memberikan pengaruh nyata ( P&lt;0,05) terhadap <em>indeks</em> <em>albumen</em>, akan tetapi tidak terdapat pengaruh nyata terhadap bobot telur, <em>indeks yolk</em>, dan warna kuning telur (P&gt;0,05).</p> Firman Hamdan Has La Ode Nafiu Copyright (c) 2026 Firman, Hamdan Has, La Ode Nafiu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 8 2 186 192 10.56625/jipho.v8i2.102 Evaluasi Keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) pada Sapi Potong di Desa Karangrejo Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/692 <p>Analisis terhadap program Inseminasi Buatan (IB) yang dilakukan di Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek sampai saat ini belum pernah dilakukan tentang keberhasilan program IB. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan program IB pada sapi potong di Desa Karangrejo. Upaya ini sangat penting, karena tingkat keberhasilan dapat meningkatkan populasi sapi potong di Desa Karangrejo. Penelitian ini dilakukan di Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek dari bulan Mei sampai Desember 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) pada sapi potong di Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 194 ekor sapi potong yang berada di Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, di mana data primer diperoleh dari <em>recording</em> inseminator. Penentuan sampel dilakukan secara acak. Data yang diperoleh dihitung menggunakan rumus <em>Service per Conception</em> (S/C) dan <em>Conception Rate</em> (CR). Hasil penelitian yang diperoleh dari S/C dan CR menunjukkan bahwa IB yang dilakukan di Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek pada bulan Mei-Juli 2023 memperoleh hasil yang baik. Hal ini ditunjukkan oleh nilai S/C sebesar 1,88 dari indikator nilai kesuburan normal, dan nilai optimum dianggap berada antara 1,6 hingga 2,0. Nilai CR memperoleh hasil terbaik dengan nilai 76,80%, nilai CR yang dianggap baik adalah 45%-50%, sementara tingkat CR terbaik adalah 60%-70%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keberhasilan IB di Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek memperoleh hasil yang baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa kinerja IB yaitu akseptor, kualitas semen, deteksi estrus, dan keterampilan inseminator sudah baik. Direkomendasikan untuk menambahkan evaluasi keberhasilan IB dengan indikator <em>Calving Rate </em>dan <em>Non Return Rate.</em></p> Rohmat Firdaus Enike Dwi Kusumawati Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih Dimas Pratidina Puriastuti Hadiani Copyright (c) 2026 Rohmat Firdaus, Enike Dwi Kusumawati, Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih, Dimas Pratidina Puriastuti Hadiani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 8 2 193 198 10.56625/jipho.v8i2.692 Sifat Kuantitatif Ayam Kampung di Kecamatan Tongauna Utara Kabupaten Konawe https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/500 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaman genetik eksternal ayam kampung di Kecamatan Tongauna Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ayam kampung di Kecamatan Tongauna Utara Kabupaten Konawe. Sedangkan sampel dalam penelitian ini yaitu ayam kampung yang di kelompokkan dengan kisaran umur 6-12 bulan, 13-18 bulan dan sampai 24 bulan yang dihitung menggunakan rumus Slovin. Lokasi penelitian ditentukan secara random samping atau secara acak. Lokasi penelitian dipilih 4 Desa dan 1 Kecamatan dari 10 Desa yang memiliki populasi ayam kampung yaitu Desa Ambopi, Desa Waworoda, Jaya Desa Andalambe, Desa Anggohu dan Kecamatan Puundombi. Sampel penelitian yang dihitung menggunakan rumus slovin sebanyak 372 ekor dengan cara dikelompokkan berdasarkan umur 6-12 bulan, 13-18 bulan dan &gt;18 bulan pada 4 Desa dan 1 Kecamatan yang memiliki populasi ayam kampung. Data sifat kualitatif ayam kampung yang diperoleh dari hasil penelitian selanjutnya ditabulasi menurut jenis kelamin dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan nilai presentase kedalam masing-masing variabel yang diamati. Hasil penelitian Sifat kualitatif ayam kampung pada parameter warna bulu didominasi berwarna sebesar 79,26% jantan dan betina 86,96 %, pola bulu didominasi tipe colombian 36,17% jantan dan 36,96% betina. corak bulu didominasi lurik yaitu 61,17% jantan dan betina 66,30%, kerlip bulu didominasi emas yaitu 37,23% jantan dan betina 41,85%. Bentuk jengger didominasi yaitu kapri/pea 28,19% jantan dan betina 36,96%, warna shank didominasi yaitu kuning 47,87% jantan dan betina 41,31%. Sedangkan koefisien keragaman pada dimensi tubuh relative seragam &lt;15% kecuali bobot badan cukup tinggi &gt;15% terutama pada jantan dengan umur 6-12 bulan KK sebesar 17,21%, umur 13-18 KK 17,22% dan umur &gt;18 bulan nilai KK sebesar 16,34% sedangkan pada betina pada umur 6-12 bulan yaitu 20,53%.</p> Risky Risky Fitri Winda Sari Muhammad Amrullah Pagala Rusli Badaruddin Copyright (c) 2026 Risky Risky Fitri Winda Sari, Muhammad Amrullah Pagala, Rusli Badaruddin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 8 2 199 206 10.56625/jipho.v8i2.500 Analisis Gross Margin Peternakan Kambing Skala Kecil di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/474 <p>Evaluasi kinerja ekonomi melalui analisis <em>gross margin</em> dapat mendiagnosis kinerja peternakan skala kecil yang umumnya dominan pada input usaha namun memiliki keterbatasan modal. Penelitian ini bertujuan menganalisis <em>gross margin</em> peternakan kambing skala kecil di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bangkala dan Tamalatea dimana memiliki konsentrasi populasi kambing tertinggi. Jumlah responden sebanyak 76 peternak yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner semi-terstruktur. Kinerja ekonomi dianalisis menggunakan pendekatan <em>gross margin</em>. Hasil menunjukkan rata-rata total biaya variabel per peternak per tahun sebesar Rp3.287.225, dengan komponen terbesar adalah biaya tenaga kerja (56,25%) akibat curahan waktu yang tinggi untuk mencari dan mengangkut pakan (<em>cut and carry</em>) serta menggembalakan ternak. Total penerimaan rata-rata mencapai Rp12.586.184 per tahun, menghasilkan <em>gross margin</em> sebesar Rp9.298.959 per peternak. Temuan ini menunjukkan bahwa usaha ternak kambing skala kecil di Kabupaten Jeneponto memperoleh <em>gross margin</em> positif, yang menunjukkan kemampuan usaha dalam menutupi biaya variabel operasional. Namun, dominasi biaya tenaga kerja mengisyaratkan perlunya upaya peningkatan kinerja usaha dengan perbaikan manajemen penyediaan pakan dan integrasi tanaman-ternak untuk memanfaatkan feses menjadi nilai tambah ekonomi.</p> Indrawirawan Indrawirawan Sri Wira Utami Ilham Syarif Syahdar Baba Muh Adjie Putra Pratama Razul Razul Copyright (c) 2026 Indrawirawan Indrawirawan, Sri Wira Utami, Ilham Syarif, Syahdar Baba, Muh Adjie Putra Pratama, Razul Razul https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 8 2 207 212 10.56625/jipho.v8i2.474 Analisis Studi Kasus Komparatif Harga Pokok Produksi dan Pendapatan Usaha Ternak Ayam Broiler di Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/450 <p>Pengembangan usaha ternak ayam broiler akan berhasil apabila peternak mampu mengelola usaha tersebut dengan baik, yang harus ditunjang dengan kemampuan manajemen yang baik, mulai dari manajemen produksi, keuangan, sumber daya manusia, hingga manajemen pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harga Pokok Produksi dan Pendapatan usaha ternak ayam broiler pola kemitraan dan non kemitraan di Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah. Lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk pengumpulan data. Metode penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling yaitu sampel dipilih berdasarkan pertimbangan atau kriteria khusus dari peneliti seperti jumlah populasi dan lama didirikannya usaha tersebut. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder merupakan sumber data pada penelitian ini. Analisis secara kuantitatif merupakan teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini. Hasil harga pokok produksi usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah pada peternak non kemitraan sebesar Rp. 44.140.000 dan pada peternak kemitraan sebesar Rp. 52.077.500. HPP per ekor peternak non kemitraan yaitu Rp. 31.528,57 sedangkan peternak kemitraan yaitu Rp. 28.931,94. Pendapatan usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah pada peternak non mitra sebesar Rp.60.635.000 sedangkan pada peternak mitra sebesar Rp. 64.597.500.</p> Wa Ode Nurahma Putri Widhi Kurniawan Hairil Adzulyatno Hadini Copyright (c) 2026 Wa Ode Nurahma Putri, Widhi Kurniawan , Hairil Adzulyatno Hadini https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 8 2 213 221 10.56625/jipho.v8i2.450 Daya Tetas Telur Ayam Arab pada Rasio Jantan dan Betina yang Berbeda https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/494 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tetas telur ayam Arab pada rasio jantan dan betina yang berbeda. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan &nbsp;5 kali ulangan. Ayam yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 4 ekor jantan&nbsp; dan&nbsp; 28 ekor betina. Perlakuan sex ratio yang digunakan dalam penelitian ini adalah &nbsp;P1 = 1: 4, P2 = 1: 6, P3 = 1: 8 dan&nbsp; P4= 1: 10. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rataan fertilitas telur ayam Arab sebesar 100%, daya hidup embrio sebesar 100%, daya tetas telur berkisar 76±26,07–88±10,95%, lama waktu menetas telur ayam Arab berkisar&nbsp; 20,72±0,19 (P3) sampai 20,72±0,19 (P2) hari, dan rataan bobot tetas berkisar 31,11±0,80 (P4) sampai 32,88±1,67 g (P1). Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa rasio jantan dan betina yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) terhadap fertilitas, daya hidup embrio, daya tetas lama waktu &nbsp;menetas dan bobot tetas ayam Arab. Penerapan rasio jantan dan betina dalam penetasan telur ayam Arab sampai 1:10 masih dalam standar normal untuk semua variabel penelitian.</p> Wisnu Adrian Indra Wardhana Muh. Rusdin Amiluddin Indi Copyright (c) 2026 Wisnu Adrian Indra Wardhana, Muh. Rusdin, Amiluddin Indi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 8 2 222 227 10.56625/jipho.v8i2.494 Persepsi Petani Peternak Terhadap Sistem Integrasi Sapi–Kelapa Sawit di Kabupaten Wajo https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/476 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi peternak terhadap Sistem Integrasi Sapi–Kelapa Sawit (SISKA) di Kabupaten Wajo. Penelitian menggunakan metode survei terhadap 44 peternak yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–5 dan wawancara pendukung, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, statistik deskriptif, dan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan bahwa instrumen penelitian valid dan sangat reliabel (Cronbach’s Alpha = 0,909). Persepsi peternak terhadap SISKA berada pada kategori tinggi (rata-rata 3,56 ± 0,53). Peternak menilai bahwa SISKA mampu meningkatkan efisiensi lahan, ketersediaan pakan, dan potensi pendapatan ternak. Namun, pemahaman teknis mengenai pengolahan limbah sawit sebagai pakan masih rendah. Minat peternak untuk mengadopsi SISKA meningkat apabila didukung penyuluhan dan pendampingan teknis. Temuan ini menegaskan bahwa SISKA berpeluang diterapkan secara lebih luas apabila didukung oleh kelembagaan dan kebijakan yang memadai.</p> Mutmainnah Mutmainnah Sitti Nurani Sirajuddin Mirnatul Qinayah Sri Wira Utami Copyright (c) 2026 Mutmainnah Mutmainnah, Sitti Nurani Sirajuddin, Mirnatul Qinayah, Sri Wira Utami https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 8 2 228 235 10.56625/jipho.v8i2.476 Performa Ayam Broiler yang Diberi Pakan Mengandung Tepung Ikan Lokal dengan Level Berbeda https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/429 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa produksi ayam broiler yang diberi pakan mengandung tepung ikan lokal dengan level berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember-2022 sampai dengan Januari 2023 bertempat di Laboratorium Unit Produksi Unggas, Fakultas Peternakan, Universitas Halu Oleo, Kendari. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas P1 : Kontrol (Hanya pemberian BP11), P2 : 43% Jagung Kuning + 21% Dedak + 27% CAB + 9% Tepung Ikan, P3 : 43% Jagung Kuning + 23% Dedak + 22% CAB + 12% Tepung ikan, P4 : 43% Jagung Kuning + 25% Dedak + 17% CAB + 15% Tepung ikan. Parameter yang diamati adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa performa ayam broiler nyata (P&lt;0,01) dipengaruhi oleh penggunaan pakan mengandung tepung ikan lokal dengan level berbeda. Penggunaan pakan yang mengandung tepung ikan lokal menghasilkan performan ayam broiler yang kurang baik dibandingkan pakan komersial BP11, namun secara ekonomi lebih menguntungkan karena biaya pakan lebih rendah. Tepung ikan lokal dapat digunakan dalam ransum hingga 12%.</p> Izhar Fajar La Ode Nafiu Astriana Napirah Copyright (c) 2026 Izhar Fajar, La Ode Nafiu, Astriana Napirah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 8 2 236 242 10.56625/jipho.v8i2.429 Andrographis paniculata ethanolic extract affects the spleen’s histopathology of Salmonella-infected mice https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/924 <p><em>Andrographis paniculata</em>, AP, is one of the herbs that are widely utilised as an alternative medicine for its active ingredients, especially andrographolide, which acts as an anti-inflammatory, antibiotic, and immunomodulator. Andrographolide’s use as an immunomodulator in many animal models has been recorded, but the effect on the spleen of mice infected by bacteria, particularly <em>Salmonella sp</em>. has yet to be done so far. Forty mice were grouped into five different treatments in a completely randomised design: control negative (uninfected, untreated mice), control positive (infected, untreated mice), AP1 (infected, 200mg/kg BW AP), AP2 (infected, 300mg/kg BW AP), and AP3 (infected, 400mg/kg AP). The collected data was analysed to determine the effect of AP extract on mice’s spleen. The results showed that AP extract maintain the tissue damage of the spleen in <em>Salmonella</em>-infected mice to be minimum, as compared to the control positive. AP3 treatment has not been proved to repair the damaged tissue of spleen infected with <em>Salmonella sp</em>.</p> Purnaning Dhian Isnaeni Fuji Astuty Auza Astriana Napirah Putu Nara Kusuma Prasanjaya Asma Bio Kimestri Indah Amalia Amri Desy Cahya Widianingrum Eistifani Fajrin Himmatul Khasanah Copyright (c) 2026 Purnaning Dhian Isnaeni, Fuji Astuty Auza, Astriana Napirah, Putu Nara Kusuma Prasanjaya, Asma Bio Kimestri, Indah Amalia Amri, Desy Cahya Widianingrum, Eistifani Fajrin, Himmatul Khasanah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 8 2 243 249 10.56625/jipho.v8i2.924 Kinerja Reproduksi Kambing Peranakan Etawah di Desa Rahabite Kecamatan Toari Kabupaten Kolaka https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/533 <p>Kambing PE adalah salah satu ternak ruminansia kecil yang populer di kalangan peternak kambing ini umumnya dipelihara untuk dimanfaatkan atau diambil susunya. Salah satu wilayah yang berpotensi dalam pengembangan ternak kambing PE adalah Kecamatan Toari tepatnya di Desa Rahabite. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penampilan reproduksi kambing PE yang berada di Desa Rahabite. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan yaitu dari bulan Januari-Februari 2025. Penentuan sampelnya menggunakan teknik <em>purposive sampling </em>dengan menggunakan sampel sebanyak 180 induk Kambing PE. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur pertama kali kawin rata-rata 13,08 ± 2,89 bulan, jarak kelahiran rata-rata 9,47 ± 1,16 bulan, tingkat mortalitas pra sapih sebesar 11,88%, dan jumlah seperanak rata-rata 1,51 ± 0,54 ekor. Dari empat data tersebut, untuk jarak kelahiran dan jumlah seperanak sudah baik, sedangkan umur pertama kali kawin dan tingkat mortalitas pra sapih belum memenuhi standar yang diharapkan.</p> Wahyu Tri Prasetyo Ali Bain Syam Rahadi Copyright (c) 2026 Wahyu Tri Prasetyo, Ali Bain; Syam Rahadi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 8 2 250 255 10.56625/jipho.v8i2.533 Karakteristik Sponge Cake Berbahan Baku Telur yang Disimpan pada Temperatur Penyimpanan Berbeda https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/204 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik dan organoleptik <em>sponge cake </em>berbahan baku telur yang disimpan pada temperatur berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Unit Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo, Kendari pada bulan Mei sampai Juni 2024. Materi penelitian ini menggunakan telur ayam ras umur satu hari, gula, tepung terigu, kertas roti dan mentega. Penyimpanan telur segar umur satu hari disimpan dalam temperatur yang berbeda dalam tiga suhu yaitu suhu ruang 27<sup>0</sup>, suhu kulkas 8<sup>0</sup> dan untuk penyimpanan telur di suhu <em>freezer </em>-15<sup>0,</sup> dipsahkan antara putih dan kuningnya .Setelah itu didiamkan selama 7 hari dan selanjutnya diolah menjadi <em>spong cake</em>. Parameter yang diukur yaitu daya kembang, stabilitas daya kembang, dan organoleptik warna, tekstur, araoma, cita rasa serta penerimaan umum. Dihitung menggunakan rumus uji Duncan (DMRT) dan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian <em>sponge cake </em>berbahan baku telur yang disimpan pada temperatur penyimpanan berbeda pada kualitas fisik berpengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap daya kembang dan stabilitas daya kembang, sedangkan pada kualitas organoleptik berpengaruh nyata terhadap aroma, cita rasa dan penerimaan umum tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tekstur dan warna. Perlakuan terbaik pada penelitian ini diperoleh pada perlakuan P1(27<sup>0</sup>C) sedangkan untuk stabilitas daya kembang di peroleh pada perlakuan P3(-15<sup>0</sup>C).</p> Mutiara Mutiara Fitrianingsih Fitrianingsih Restu Libriani Copyright (c) 2026 Mutiara Mutiara, Fitrianingsih Fitrianingsih, Restu Libriani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 8 2 256 263 10.56625/jipho.v8i2.204 Potensi Jerami Padi Sebagai Pakan Ternak Sapi Potong di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/919 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi jerami padi sebagai sumber pakan ternak sapi potong di Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone. Ketersediaan pakan merupakan salah satu faktor pembatas utama dalam pengembangan usaha ternak sapi potong, terutama pada sistem peternakan rakyat. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei terhadap 60 peternak yang dipilih secara acak dari total populasi 100 peternak. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara deskriptif serta melalui perhitungan produksi dan daya dukung jerami padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi jerami padi sebesar 2.34 ± 2.03-ton bahan kering (BK) per petani. Daya dukung jerami padi hanya mampu memenuhi kebutuhan pakan sebesar 1.03 ± 0.89 satuan ternak (ST), sedangkan rata-rata kepemilikan ternak mencapai 3.17 ± 1.72 ST. Hal ini menunjukkan bahwa jerami padi hanya mampu memenuhi sekitar 32.5% kebutuhan pakan ternak. Struktur populasi ternak didominasi oleh sapi dewasa (53.66%) dan sapi betina (81.71%), yang menunjukkan potensi pengembangan berbasis reproduksi, namun belum diimbangi dengan regenerasi populasi yang optimal. Disimpulkan bahwa jerami padi memiliki potensi sebagai sumber pakan alternatif, namun daya dukungnya masih terbatas dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak sapi potong. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemanfaatan jerami padi melalui teknologi pengolahan pakan dan penguatan integrasi sistem tanaman–ternak untuk mendukung keberlanjutan usaha peternakan di tingkat petani.</p> Muh Ridwan B Dwi Lestari Ichlasul Amal Mita Arifa Hakim Andi Muh. Fuad Al Kautsar Walinono Darmawati Darmawati Windiana Windiana Abdul Alim Yamin Jasmal Ahmari Syamsu Copyright (c) 2026 Muh Ridwan B, Dwi Lestari, Ichlasul Amal, Mita Arifa Hakim, Andi Muh. Fuad Al Kautsar Walinono, Darmawati Darmawati, Windiana Windiana, Abdul Alim Yamin, Jasmal Ahmari Syamsu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 8 2 264 271 10.56625/jipho.v8i2.919 Kualitas Organoleptik Daging Entok Jantan dan Betina dengan Marinasi Jus Lengkuas (Alpinia galanga) yang Berbeda https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/357 <p>Studi ini bertujuan untuk menilai pengaruh interaksi antara jenis kelamin itik (jantan dan betina) dengan perlakuan marinasi menggunakan berbagai jenis lengkuas terhadap karakteristik fisik dan organoleptik daging. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Laboratorium Unit Teknologi serta Laboratorium Analisis Pakan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Halu Oleo, Kendari, selama periode Januari hingga Februari 2025. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan model faktorial 2 x 3 dan terdiri atas lima ulangan. Faktor pertama (A) adalah jenis kelamin itik (jantan dan betina), sedangkan faktor kedua (B) adalah jenis lengkuas yang digunakan dalam proses marinasi. Parameter yang diamati dalam pengujian sifat fisik meliputi penyusutan saat dimasak, nilai pH, daya ikat air, dan kekuatan potong. Sementara itu, aspek organoleptik yang dinilai mencakup rasa, aroma, warna, tekstur, tingkat keempukan, serta tingkat kesukaan secara keseluruhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor jenis kelamin (A) secara signifikan (P&lt;0,05) memengaruhi nilai pH dan kekuatan potong, serta memberikan pengaruh nyata terhadap daya ikat air dan persentase penyusutan selama proses pemasakan. Di sisi lain, faktor jenis lengkuas (B) memberikan pengaruh signifikan (P&lt;0,05) terhadap gaya potong daging, namun tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) terhadap nilai pH, daya ikat air, dan kehilangan berat selama pemasakan. Dalam aspek organoleptik, jenis kelamin (A) berpengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap warna daging, tetapi tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap tekstur, aroma, maupun rasa. Sebaliknya, jenis lengkuas (B) menunjukkan pengaruh signifikan (P&lt;0,05) terhadap rasa, tekstur, dan aroma, namun tidak berpengaruh nyata terhadap keempukan serta penerimaan keseluruhan oleh panelis. Disimpulkan bahwa untuk faktor tunggal jenis kelamin, perlakuan terbaik adalah A2 (bebek betina) yang dimarinasi selama 30 menit. Dalam faktor tunggal jenis lengkuas, perlakuan terbaik adalah B2 (lengkuas putih) dengan waktu marinasi 30 menit</p> Hestiani Hestiani Harapin Hafid Asma Bio Kimestri Copyright (c) 2026 Hestiani Hestiani, Harapin Hafid, Asma Bio Kimestri https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 8 2 272 278 10.56625/jipho.v8i2.357 Evaluasi Berbagai Kemasan pada Penyimpanan Telur Terhadap Persentase Penurunan Berat Telur, Berat Jenis, dan pH Telur https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/930 <p>Telur merupakan bahan pangan hewani yang bernilai gizi tinggi namun bersifat mudah mengalami penurunan kualitas selama penyimpanan. Oleh karena itu, diperlukan upaya penanganan yang tepat, salah satunya melalui penggunaan kemasan, untuk mempertahankan kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan berbagai jenis kemasan pada penyimpanan telur selama 21 hari di suhu ruang terhadap persentase penurunan berat telur, berat jenis, dan pH telur. Metode dalam penelitian ini adalah percobaan laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan penelitian yaitu jenis kemasan pada penyimpanan telur meliputi: P0 (tanpa kemasan), P1 (kemasan plastik PE), P2 (kemasan <em>egg tray</em>, P3 (Kemasan telur dari <em>paper egg tray</em> yang dibungkus plastik <em>wrap</em>). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, dengan setiap pengulangan menggunakan 5 butir telur, sehingga total telur yang digunakan dalam penelitian adalah 80 butir telur. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan berbagai kemasan dalam penyimpanan telur tidak berpengaruh (P&gt;0,01) terhadap persentase penurunan berat telur: P0 (2,406), P1 (2,143), P2 (2,566), P3 (2,135 ) dan berat jenis telur: P0 (1,093), P1 (1,127), P2 (1,098), P3 (1,097), serta memberikan pengaruh sangat nyata (P&lt;0,01) terhadap pH telur: P0 (8,677), P1 (7,568), P2 (8,364), P3 (7,404). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan jenis kemasan <em>papper eggtray</em> yang dibungkus plastik <em>wrap</em> pada penyimpanan telur selama 21 hari di suhu ruang memberikan persentase penurunan berat telur, berat jenis, dan pH telur yang lebih optimal.</p> Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih Sixtus Dala Dimas Praditina Puriastuti Hadiani Copyright (c) 2026 Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih, Sixtus Dala, Dimas Praditina Puriastuti Hadiani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 8 2 279 284 10.56625/jipho.v8i2.930 Sifat Kualitatif Sapi Bali di Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/400 <p>Sapi bali adalah salah satu bangsa sapi asli di Indonesia sebagai tipe dwiguna (pedaging dan kerja) dan merupakan hasil domestikasi langsung dari banteng liar (<em>Bos <span style="text-decoration: line-through;">s</span>ondaicus</em>). Pengetahuan tentang sifat kualitatif sapi bali dapat memberikan informasi keragaman sumber daya genetik yang nantinya dapat dijadikan seleksi untuk peningkatan mutu genetik sapi bali. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji sifat kualitatif sapi bali di Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret tahun 2025 di Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat dengan jumlah sapi bali yang diamati sebanyak 300 ekor (140 jantan dan 160 betina). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah warna tubuh, warna cermin pantat, warna putih mulai dari lutut ke kaki, garis belut pada punggung, warna moncong pada sekitar mulut, warna rambut pada ujung ekor, dan bentuk tanduk. Data yang diperoleh ditabulasi, dianalisis dengan cara menghitung persentase setiap sifat yang diamati, selanjutnya dijelaskan secara deskriptif berdasarkan umur dan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna tubuh sapi bali jantan adalah coklat muda 55%, dan pada betina 51,25% berwarna merah bata, warna cermin pantat pada sapi bali didominasi oleh warna putih dengan batas jelas 93,57% pada jantan dan betina 87,5%, warna kaki memiliki warna kaki putih dengan batas jelas pada jantan 90% dan betina 96,25%, garis belut pada punggung didominasi oleh tipe garis belut hitam jelas 92,14% pada jantan dan betina 97,5%, warna putih sekitar moncong terlihat jelas baik pada sapi bali jantan 99,28% dan 98,75% untuk betina, warna ujung ekor hitamdominan untuk sapi jantan 93,57% dan 93,12% untuk betina, dan bentuk tanduk sapi bali jantan 70% silak bajeg dan sapi bali betina 40,62% silak manggul gangsa. Dapat disimpulkan bahwa sifat kualitatif sapi bali di Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat, menunjukkan keragaman fenotipe pada beberapa karakter, namun dengan pola dominan yang konsisten yaitu warna tubuh jantan umumnya coklat kehitaman, sedangkan betina merah bata. Sebagian besar ternak memiliki cermin pantat putih dengan batas jelas, kaki putih dengan batas jelas, garis belut hitam yang jelas di punggung, warna putih di sekitar moncong, ujung ekor berwarna hitam dan bentuk tanduk bervariasi.</p> Bagas Sairoji Rahim Aka Fadli Ma'mun Pancar Copyright (c) 2026 Bagas Sairoji, Rahim Aka, Fadli Ma'mun Pancar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 8 2 285 292 10.56625/jipho.v8i2.400 Biokonversi Dedak Padi oleh Maggot Hermetia illucens dengan Suplementasi Produk Turunan Ragi Roti https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/928 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan produk turunan ragi roti (<em>Saccharomyces cerevisiae</em>) pada dedak padi terhadap suhu media, pH media, tingkat reduksi limbah, dan indeks reduksi limbah pada budidaya maggot <em>Hermetia illucens</em>. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan enam perlakuan dan empat ulangan, yaitu penambahan ragi roti sebesar 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5% pada media dedak padi. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan produk turunan ragi roti tidak berpengaruh signifikan (P&gt;0,05) terhadap seluruh parameter yang diamati. Suhu media berkisar antara 25,77–26,34°C pada pagi hari dan 31,14–32,16°C pada siang hari, sedangkan pH media relatif stabil pada kisaran netral. Tingkat reduksi limbah dan indeks reduksi limbah menunjukkan kecenderungan meningkat seiring penambahan ragi, namun tidak berbeda nyata secara statistik. Hal ini menunjukkan bahwa suplementasi ragi roti belum mampu meningkatkan efisiensi biokonversi dedak padi secara optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan produk turunan ragi roti tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap performa biokonversi, namun masih berpotensi dikembangkan melalui optimasi dosis dan kondisi media.</p> Yulius Kadobo Kulla Eka Fitasari Nurita Thiasari Rosyida Fajri Rinanti Copyright (c) 2026 Yulius Kadobo Kulla, Eka Fitasari, Nurita Thiasari, Rosyida Fajri Rinanti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 8 2 293 302 10.56625/jipho.v8i2.928 Studi Observasional Kontaminasi Jamur Pakan Terhadap Kejadian Mikotoksikosis pada Hati Ayam Petelur https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/910 <p>Penurunan nafsu makan pada ayam petelur fase produksi dapat memicu penurunan performa telur dan kerugian ekonomi yang signifikan. Kerusakan pakan akibat kontaminasi mikotoksin merupakan salah satu faktor utama yang mengganggu sistem imun dan merusak organ vital, khususnya hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis jamur pada pakan yang mengalami kerusakan fisik serta menganalisis dampaknya terhadap kerusakan makroskopis organ hati ayam petelur. Metode penelitian menggunakan observasi laboratoris melalui pengujian pada media <em>Sabouraud Dextrose Agar </em>(SDA) untuk sampel pakan, serta teknik nekropsi untuk pemeriksaan organ. Sampel diambil dari 50 ekor ayam yang menunjukkan gejala klinis dari total populasi 6000 ekor, serta sampel pakan dari karung penyimpanan dan talang pakan masing-masing seberat 100 gram. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa seluruh sampel pakan positif terkontaminasi jamur <em>Aspergillus flavus</em> dan <em>Aspergillus niger</em>. Hasil nekropsi mengonfirmasi adanya kerusakan berat pada organ hati berupa perubahan warna, konsistensi, serta temuan patologis seperti kongesti, nekrosis dan <em>petechiae</em>. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kontaminasi jamur <em>Aspergillus</em> spp. pada pakan yang disimpan lama berakibat fatal pada kerusakan organ hati ayam petelur.</p> Raodatul Jannah Asri Setiyowati Ardi Sandriya Sitti Aisyah May Wulandari Copyright (c) 2026 Raodatul Jannah, Asri Setiyowati, Ardi Sandriya, Sitti Aisyah May Wulandari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 8 2 303 309 10.56625/jipho.v8i2.910 Indeks Fertilitas Sapi Bali Betina Umur Berbeda dengan Menggunakan Inseminasi Buatan di Desa Sindangkasih, Kecamatan Ranomeeto, Barat Kabupaten Konawe Selatan https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/943 <p>Subsektor peternakan memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani, khususnya melalui pengembangan sapi Bali sebagai komoditas unggulan dengan potensi reproduksi yang tinggi, namun keberhasilan reproduksi sangat dipengaruhi oleh faktor umur dan penerapan teknologi inseminasi buatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks fertilitas sapi Bali betina pada umur berbeda melalui penerapan inseminasi buatan di Desa Sindangkasih, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan. Metodologi, penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pendekatan deskriptif, dengan sampel sebanyak 50 ekor sapi Bali betina yang terdiri atas kelompok umur 3–4 tahun dan 8–9 tahun, masing-masing sebanyak 25 ekor, parameter yang diamati meliputi <em>conception rate</em>, <em>service per conception</em>, <em>days open</em>, dan indeks fertilitas. Hasil, menunjukkan bahwa kelompok umur 3–4 tahun memiliki nilai <em>conception rate</em> sebesar 80<em>%, service per conception</em> 1,20 kali, <em>days open</em> 90 hari, dan indeks fertilitas 18%, sedangkan kelompok umur 8–9 tahun memiliki nilai <em>conception rate</em> 56%, <em>service per conception</em> 1,36 kali, <em>days open</em> 95 hari, dan indeks fertilitas 11%. Pembahasan, hasil ini menunjukkan bahwa sapi Bali betina pada umur produktif memiliki performa reproduksi yang lebih baik dibandingkan umur yang lebih tua, yang dipengaruhi oleh kondisi fisiologis, kualitas oosit, serta efisiensi respon terhadap inseminasi buatan. Kesimpulan, umur merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan reproduksi sapi Bali, sehingga pemilihan indukan pada umur optimal perlu diperhatikan untuk meningkatkan efisiensi reproduksi dan produktivitas ternak.</p> Inal Awal Maulid Sari Farra Sasmita Ruksanan Ruksanan Hajar Hajar Copyright (c) 2026 Inal, Awal Maulid Sari, Farra Sasmita, Ruksanan, Hajar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 8 2 310 316 10.56625/jipho.v8i2.943