Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <p><strong style="font-size: 0.875rem;"><img style="float: left; width: 200px; margin-top: 8px; margin-right: 10px; border: 2px solid #184B80;" src="https://jipho.uho.ac.id/public/journals/1/cover_issue_4_en_US.jpg" alt="" /></strong></p> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <p style="text-align: justify;"><strong>JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)</strong> is a scientific journal in the field of animal husbandry which includes; breeding and genetics, reproduction, physiology, nutrition, feed technology, forage, livestock production, biotechnology, behavior, health, livestock systems, socio-economics, policy, and livestock product technology.</p> <p style="text-align: justify;">JIPHO is a peer-reviewed journal published four times a year (January, April, July, October). JIPHO is published by the Department of Animal Husbandry, <a href="http://fpt.uho.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Faculty of Animal Husbandry, Universitas Halu Oleo</a> in collaboration with the <a href="https://pb-ispi.org/" target="_blank" rel="noopener">Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia</a> (<a href="https://drive.google.com/drive/folders/1EC4zACyi9G4j1yi17Y-Hvq5VImLiCc1W?usp=sharing">Link: MoU</a>).</p> <p style="text-align: justify;">JIPHO provides open access to anyone so that the information and findings in these articles are useful for everyone. This journal's article content can be accessed and <strong>downloaded for free, free of charg</strong>e, following the <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" target="_blank" rel="noopener">Creative Commons license</a> used. However, suppose the data in this article is used as material in article writing or anything else. In that case, you must quote and include the article author's name in the item being made.</p> <p style="text-align: justify;">For Previous journal archives please refer to this link <a href="https://ojs.uho.ac.id/index.php/jipho/issue/archive">JIPHO Vol. 2 No 1 (2020) - Vol. 6 No 2 (2024)</a></p> <p style="text-align: justify;">JIPHO has been ranked in SINTA </p> </div> </div> </div> </div> <p><img src="https://jipho.uho.ac.id/public/site/images/fptjipho350/screenshot-2025-08-05-193045-2590b815e7682f8551fe1dd2fc13fb73.png" alt="" width="923" height="617" /></p> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo en-US Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo 2548-1908 Identifikasi dan Komposisi Botani Tumbuhan Lokal pada Post Mining Nikel Sebagai Sumber Hijauan Pakan Ternak di Sonai Kabupaten Konawe https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/112 <p>Kabupaten Konawe selain menjadi daerah pertambangan nikel juga memiliki sektor peternakan yang signifikan. Pakan merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan performa ternak selain dari faktor genetiknya. Identifikasi rumput sebagai pakan dapat dilakukan dengan cara memperhatikan tanda-tanda atau karakteristik pada bagian tumbuhan. Komposisi botani padang rumput ditentukan melalui pendeteksian komponen rumput, legum dan gulma. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi botani dan profil nutrien tumbuhan lokal pada lahan pasca tambang yang berpotensi sebagai sumber hijauan pakan ternak di Kabupaten Konawe. Nilai penting setiap jenis dalam komunitas dihitung dengan metode Indeks Nilai Penting (INP) dan komposisi botani dihitung dengan metode <em>Summed Dominance Ratio</em> (SDR). Hasil identifikasi tumbuhan lokal diperoleh 12 spesies terdiri dari <em>Paspalum disticum (L.), Urochloa panicoides P beauv, Sporobolus indicus (L.), Paspalum dilatatum poir, Imperata cylindrica (L.), Cynodon dactylon (L.), Chrysopogon aciculatus (Retz) Trin</em>, <em>Grona triflora (L.), Alysicarpus vaginalis (L.) DC</em>, <em>Bolboschoenus maritimus</em>, <em>Chromolaena odorata (L.)</em>, <em>Waltheria indica (L.)</em>. Nilai penting tumbuhan lokal yang dominan adalah rumput<em> Chrysopogon aciculatus (Retz) Trin</em> dengan INP (1,52%) dan SDR (0,51%). Tumbuhan yang kurang dominan adalah <em>Paspalum disticum (L.) </em>dengan INP (0,12%) dan SDR (0,04%). Tumbuhan dengan nilai TDN terbaik <em>Chromolaena odorata (L.)</em> (75,68%) dan tumbuhan dengan nilai TDN terendah <em>Urochloa panicoides P beauv </em>(38,44%). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa tumbuhan lokal yang sangat dominan adalah <em>Imperata cylindrica (L.) </em>dan <em>Cynodon dactylon</em> serta tumbuhan yang tidak dominan yaitu <em>Paspalum disticum (L</em>.<em>)</em>. Tumbuhan dengan kandungan nutrisi terbaik yaitu <em>Chromolaena odorata (L.) </em>dan tumbuhan dengan kandungan nutrisi kurang baik yaitu <em>Urochloa panicoides P beauv.</em></p> Fatmania Fatmania La Malesi Widhi Kurniawan Copyright (c) 2025 Fatmania Fatmania, La Malesi, Widhi Kurniawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-30 2025-10-30 7 4 451 456 10.56625/jipho.v7i4.112 Estimasi Bobot Badan Bedasarkan Ukuran dimensi Tubuh Kerbau Rawa di Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/89 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi bobot badan berdasarkan ukuran dimensi tubuh kerbau di Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan. Manfaat penelitian ini adalah dapat mengetahui informasi korelasi dan regresi bobot badan dengan ukuran tubuh dalam menduga bobot badan dan kebijakan dalam penelitian lebih lanjut untuk menentukan kerbau di Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah kerbau rawa (<em>Bubalus bubalis</em>) sebanyak 69 ekor dengan jenis kelamin dan umur yang berbeda. Sampel ternak yang diamati adalah 50% dari 137 ekor populasi kerbau rawa yang terdapat di Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan. Variabel yang diamati meliputi: bobot badan (kg), panjang badan (cm), tinggi pundak (cm), lingkar dada (cm), tinggi pinggul (cm). Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Bobot badan memiliki hubungan yang sangat kuat dengan ukuran-ukuran tubuh, sehingga ukuran tubuh dapat digunakan untuki mengestimasi bobot badan; 2) Ukuran tubuh yang paling baik untuk mengestimasi bobot badan kerbau rawa di Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan adalah lingkar dada dengan persamaan regresi BB = -413,3 + 4.81 LD; 3) Tingkat kebiasan estimasi bobot badan dengan ukuran tubuh kerbau rawa berkisar 10,83% sampai 20,14%.</p> Halim Said Muh. Rusdin La Ode Nafiu Copyright (c) 2025 Halim Said, Muh. Rusdin, La Ode Nafiu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-30 2025-10-30 7 4 457 462 10.56625/jipho.v7i4.89 Karakteristik Eksternal Telur Berbagai Jenis Ayam Kampung Super https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/194 <p class="s17"><span class="s15"><span class="bumpedFont20">Penelitian</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">ini</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">memiliki</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">tujuan</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">untuk</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">menganalisis</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">karakteristik eksternal</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">telur</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">dari</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">berbagai jenis ayam kampung super.</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">Metode yang </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">digunakan</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">dalam</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">penelitian</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">ini</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">adalah</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">metode eksperimen </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">dengan </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">RAL</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20"> (</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">Rancangan</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20"> Acak </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">Lengkap</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">) yang terdiri dari </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">5</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20"> ulangan</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20"> dan </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">4 perlakuan</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">. Perlakuan yang digunakan </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">yaitu</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">telur ayam </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">ULU</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">(P1)</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">, </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">telur ayam </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">KUB</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">(P2)</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">, </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">telur ayam </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">Sensi</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">(P3</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">)</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">telur ayam Elba</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">(P4)</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">. </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">Pada </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">penelitian</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">ini</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">, </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">variabel</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">yang </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">dianalisis</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">berupa</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">warna</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">kerabang</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">, tekstur, indeks telur</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">, </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">bobot telur</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20"> dan tebal kerabang. </span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">Hasil</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">penelitian</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">menunjukkan</span></span> <span class="s15"><span class="bumpedFont20">bahwa </span></span><span class="s16"><span class="bumpedFont20">parameter karakteristik telur diperoleh warna dan tekstur telur dari berbagai jenis ayam kampung super yaitu berwarna putih dan coklat serta dominan bertekstur halus. Selanjutnya, diperoleh bobot telur ayam Elba nyata lebih tinggi dibandingkan jenis ayam lainnya. Sedangkan indeks telur dan tebal kerabang menunjukkan karakteristik yang cenderung sama. </span></span></p> Ketut RImbawan Sutra Hamdan Has Yamin Yaddi Copyright (c) 2025 Ketut RImbawan Sutra, Hamdan Has, Yamin Yaddi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 7 4 463 468 10.56625/jipho.v7i4.194 Suplementasi Jus Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) Pada Air Minum Sebagai Sumber Antioksidan Terhadap Performa Ayam Broiler https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/223 <p>Ayam broiler adalah ayam dengan kemampuan genetik merubah pakan menjadi daging yang sangat baik. Namun dibalik kemampuannya itu, broiler memiliki beberapa kelemahan, salah satunya adalah sensitif terhadap sters. Permasalahan tersebut memerlukan upaya untuk memperbaiki performa dengan memanfaatkan bahan alami yang mengandung zat antioksidan. Antioksidan dibutuhkan untuk memperbaiki fungsi enzim yang rusak akibat radikal bebas selama aktivitas metabolisme normal. Salah satu tanaman herbal sebagai sumber aktioksidan alami yang cukup banyak adalah manggis (kulit manggis). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suplementasi jus kulit manggis <em>(Garcinia mangostana L.)</em> pada air minum sebagai sumber antioksidan terhadap performa ayam broiler. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL dengan 4 perlakuan P0 (kontrol), P1 (2%) jus kulit manggis, P2 (4%) jus kulit manggis, P3 (6%) jus kulit manggis dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi jus kulit manngis dengan konsentrasi 0%, 2%, 4%, dan 6% pada air minum tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) terhadap performa ayam broiler konsumsi pakan, konsumsi air minum, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan.</p> Sumardi Sumardi Deki Zulkarnain Muh. Amrullah Pagala Copyright (c) 2025 Sumardi Sumardi, Deki Zulkarnain, Muh. Amrullah Pagala https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 7 4 469 473 10.56625/jipho.v7i4.223 Literatur Review: Identifikasi Sifat Kualitatif dan Sifat Kuantitatif Sapi Bali https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/258 <p>Pengembangan sapi Bali dengan adaptasi tinggi sebagai plasma nuftah lokal perlu dilakukan melalui identifikasi sifat kualitatif dan kuantitatif dalam upaya meningkatkan kualitas serta mutu genetik. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini berupa literatur review, dengan mengumpulkan dan merangkum data referensi dari publikasi artikel jurnal yang berkaitan dengan sifat kualitatif dan kuantitatif sapi Bali, menggunakan 3 kata kunci yaitu sapi Bali, sifat kualitatif, sifat kuantitatif yang digunakan untuk mencari artikel yang relevan. Sumber Literatur jurnal berasal dari Google Scholar yang telah dipublikasikan dalam 5 tahun terakhir (2020-2024. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa sifat kualitatif pada warna tubuh dan bentuk tanduk sapi Bali bervariasi dengan warna tubuh dominan merah bata, coklat dan hitam serta bentuk tanduk diantaranya melengkung keatas, kesamping dan kedepan. Sifat kuantitatif yaitu ukuran tubuh (tinggi badan, panjang badan, dan lingkar dada yaitu 104,8- 112,83 cm, 98,73-154,39 cm, dan 138,7- 154,39 cm) dan bobot badan sapi Bali yaitu 177,38-287,6 kg. Kesimpulan dari tinjauan ini adalah bahwa sapi Bali diidentifikasi memiliki sifat kualitatif dan sifat kuantitatif yang bervariasi.</p> Nurliani Erni Suhardi Suhardi Ari Wibowo Copyright (c) 2025 Nurliani Erni, Suhardi Suhardi, Ari Wibowo https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 7 4 474 479 10.56625/jipho.v7i4.258 Pengaruh Konsentrasi Poliuretan dan Poliaziridin terhadap Ketahanan Gosok Kulit Domba untuk Batting Glove https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/385 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi nilai ketahanan gosok cat dan mengevaluasi pengaruh penggunaan binder poliuretan dan poliaziridin terhadap ketahanan gosok kulit domba untuk sarung tangan pemukul (<em>batting glove</em>). Peningkatan ketahanan gosok kulit domba dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi binder poliuretan dan <em>crosslinker</em> poliaziridin pada <em>top coat</em>. Bahan baku yang digunakan adalah enam potong kulit <em>crust </em>domba dengan kisaran luas 3,0-3,7 <em>square feet (sqft)</em>. Enam variasi dilakukan dengan kombinasi perbandingan pelarut (air) terhadap poliuretan (1,5:1) dan (1:1) serta konsentrasi poliaziridin (0, 5, 10 bagian). Evaluasi dilakukan dengan melalui uji fisis menggunakan <em>crock meter</em>. Hasil terbaik yaitu pada sampel T2 dengan perbandingan air dan poliuretan 1,5:1 dan poliaziridin 5 bagian. Hasil uji fisis ketahanan gosok T2 pada kain basah adalah 5/5 dan kain kering adalah 5/5 telah memenuhi standar SNI 06-0250-1989.</p> Nur Bahroin Jaman Nais Pinta Adetya Mustafidah Udkhiyati Copyright (c) 2025 Nur Bahroin Jaman, Nais Pinta Adetya, Mustafidah Udkhiyati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 7 4 480=485 480=485 10.56625/jipho.v7i4.385 Evaluasi Body Condition Score (BCS) dan Grade Kambing Peranakan Ettawa (PE) di Kelompok Tani Ternak Desa Mendana Raya Lombok Timur https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/376 <p>Evaluasi performa fisik dan kondisi tubuh ternak kambing PE sangat penting untuk mengetahui kualitas dan produktivitasnya, serta sebagai dasar dalam perbaikan manajemen pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi <em>Body Condition Score</em> (BCS) dan <em>grade</em> morfometrik kambing PE pada dua kelompok tani ternak di Desa Mendana Raya, Kabupaten Lombok Timur, serta mengkaji hubungan keduanya dengan sistem pemeliharaan dan nilai ekonomi ternak. Penelitian dilakukan selama 35 hari menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui observasi, pengukuran langsung (BCS dan tinggi pundak), serta wawancara kepada peternak. Populasi yang diamati sebanyak 39 ekor kambing PE, terdiri atas berbagai kelompok umur dan jenis kelamin. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar kambing memiliki nilai BCS 2–3 dan tinggi pundak yang umumnya sesuai atau melampaui standar SNI 7352:2015. Nilai <em>grade</em> berkorelasi erat dengan tinggi pundak dibandingkan BCS, dan berpengaruh signifikan terhadap harga jual. Kambing dengan <em>grade</em> lebih tinggi (B dan C) memiliki harga jual lebih tinggi dibandingkan <em>grade</em> D atau E, meskipun dengan BCS yang serupa. Evaluasi BCS dan <em>grade</em> penting untuk dilakukan dalam upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan rakyat secara berkelanjutan.</p> Ica Ayu Wandira Muhammad Dohi I Nyoman Sadia Ine Karni Ridwan Saedi Copyright (c) 2025 Ica Ayu Wandira, Muhammad Dohi, I Nyoman Sadia, Ine Karni, Ridwan Saedi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 7 4 486 494 10.56625/jipho.v7i4.376 Tingkat Pengetahuan Peternak Tentang Pencegahan Penyakit ND (Newcastle Disease) pada Ternak Ayam di Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/378 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman peternak terhadap pencegahan penularan virus ND pada ternak ayam dan mengetahui cara peternak dalam mencegah penularan virus ND pada ternak ayamnya. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2022 sampai bulan Mei 2022, dengan lokasi penelitian di wilayah Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, data diperoleh dengan cara menyebar angket/kuisioner kepada responden yang telah ditentukan oleh peneliti sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan peternak terkait penyakit ND (Newcastle disease) dalam katagori tinggi meskipun sangat jarang terjadi kasus ND di Kecamatan Tanah Pasir, pengetahuan peternak terkait pemeriksaan fisik pada ayam terjangkit ND dalam kategori tinggi dan pengetahuan peternak terkait vaksinasi ND pada ayam dalam kategori tinggi. Hal ini dikarenakan peternak sudah berpengalaman dan lebih peduli terhadap pencegahan penyakit ND</p> Yuyun Fahrina Said Mirza Pratama Qoryna Khalida Ulvira Rifni Fita Ridhana Copyright (c) 2025 Yuyun Fahrina, Said Mirza Pratama, Qoryna Khalida, Ulvira Rifni, Fita Ridhana https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 7 4 495 502 10.56625/jipho.v7i4.378 Pengaruh Fermentasi Kulit Singkong sebagai Alternatif Pakan Ruminansia terhadap Kadar Sianida dan Parameter Fermentasi In Vitro https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/440 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh fermentasi kulit singkong menggunakan inokulum Aspergillus niger, EM4, dan campuran A. niger dan EM4 terhadap kadar sianida dan parameter fermentasi <em>in vitro.</em> Kulit singkong dikeringkan, digiling, lalu difermentasi selama 21 hari dengan tiga perlakuan fermentasi dan satu perlakuan kontrol tanpa fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi berpengaruh sangat nyata (P&lt;0,01) terhadap seluruh parameter yang diamati. Kadar sianida tertinggi terdapat pada perlakuan kontrol yaitu 42,06 ppm dan menurun signifikan pada fermentasi <em>A. niger</em> yaitu 28,17 ppm, <em>EM4</em> 26,53 ppm, serta campuran inokulum 23,33 ppm. Nilai pH juga menurun secara signifikan seiring dengan perlakuan fermentasi, dengan pH terendah pada kombinasi <em>A.niger</em> dan <em>EM4 </em>namun masih dalam kisaran yang normal untuk aktivitas mikrobia rumen secara optimal. Kadar NH<sub>3 </sub>meningkat nyata dari 5,76 mM pada perlakuan kontrol menjadi 10,53 mM pada perlakuan kombinasi inokulum. Produksi total VFA juga meningkat dari 75,73 mM pada kontrol menjadi 143,18 mM pada kombinasi inokulum, mengindikasikan aktivitas fermentasi mikrobia rumen yang lebih tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fermentasi kulit singkong menggunakan kombinasi <em>A.niger</em> dan <em>EM4 </em>merupakan inokulum yang paling efektif menurunkan kadar sianida sekaligus meningkatkan parameter fermentasi rumen.</p> Firman Nasiu Astriana Napirah Widhi Kurniawan Meygi Caesarika Putri Ilahude Copyright (c) 2025 Firman Nasiu, Astriana Napirah, Widhi Kurniawan, Meygi Caesarika Putri Ilahude https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 7 4 503 510 10.56625/jipho.v7i4.440 Peran Usaha Ternak dalam mendukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga : Kajian Studi Literatur https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/406 <p>Usaha ternak rakyat memainkan peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi keluarga, khususnya di wilayah pedesaan Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menelaah kontribusi usaha ternak rakyat terhadap penyediaan pangan hewani yang berkelanjutan serta peningkatan pendapatan rumah tangga, dengan menggunakan pendekatan studi literatur sistematik, artikel ini menganalisis berbagai hasil penelitian dari jurnal ilmiah nasional dan internasional terkait topik usaha ternak rakyat. Hasil kajian menunjukkan bahwa ternak rakyat tidak hanya menyediakan sumber protein hewani seperti daging, telur, dan susu, tetapi juga berperan sebagai aset produktif, tabungan hidup, serta instrumen mitigasi risiko ekonomi keluarga. Usaha ternak rakyat terbukti memberikan pendapatan tambahan maupun utama yang dialokasikan untuk kebutuhan pokok, pendidikan anak, biaya kesehatan, dan pembayaran hutang mikro. Usaha ternak ini mendukung diversifikasi ekonomi rumah tangga serta meningkatkan efisiensi pertanian melalui pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organic, namun demikian kontribusi optimalnya masih terkendala oleh akses terbatas terhadap pakan berkualitas, teknologi, pasar, dan kelembagaan pendukung. Oleh karena itu, diperlukan intervensi kebijakan dan pendampingan berkelanjutan guna memperkuat peran strategis usaha ternak rakyat sebagai fondasi ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi berbasis komunitas.</p> Irma Irma Itang Purnama Fikya Juanda Daeva Mubarika Raisa Copyright (c) 2025 Irma Irma, Itang Purnama, Fikya Juanda, Daeva Mubarika Raisa https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 7 4 511 517 10.56625/jipho.v7i4.406 Analisis Kelayakan dan Faktor-Faktor Penentu Pendapatan Peternak Ayam Petelur di Kabupaten Bulukumba https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/427 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha, pendapatan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan peternak ayam petelur di Kabupaten Bulukumba. Sebanyak 52 responden (24 di Kecamatan Kajang dan 28 di Kecamatan Ujung Bulu) dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Analisis kelayakan dilakukan menggunakan <em>Net Present Value</em> (NPV), <em>Internal Rate of Return</em> (IRR), <em>Revenue/Cost</em> (R/C) <em>Ratio</em>, dan <em>Payback Period</em> (PP). Selain itu, digunakan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ayam petelur layak untuk dijalankan dengan nilai R/C ratio &gt; 1. Pendapatan peternak di Kecamatan Ujung Bulu lebih tinggi dibandingkan Kajang. Faktor signifikan yang mempengaruhi pendapatan adalah biaya pakan, harga telur, tenaga kerja, dan motivasi peternak. Temuan ini menegaskan pentingnya efisiensi biaya produksi dan dukungan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak ayam petelur.</p> Anindyaningrum Zainal Putri Mutmainnah Mutmainnah Copyright (c) 2025 Anindyaningrum Zainal Putri, Mutmainnah Mutmainnah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 7 4 518 522 10.56625/jipho.v7i4.427 Pengaruh Bahan Retanning dalam Meningkatkan Ketahanan Sobek Kulit Domba Cabretta untuk Artikel Sarung Tangan Golf https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/414 <p>Kulit domba <em>Cabretta </em>sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan sarung tangan golf. Salah satu parameter penting untuk artikel sarung tangan golf adalah ketahanan sobeknya. Permasalahan yang sering ditemui dalam pembuatan sarung tangan golf adalah produk memiliki ketahanan sobek yang rendah sehingga belum memenuhi standar konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan sobek kulit domba <em>Cabretta </em>untuk sarung tangan golf dengan mereformulasi proses <em>retanning</em> menggunakan bahan penyamak alumunium dan bahan <em>retanning </em>berbasis akrilik. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan alumunium pada proses <em>retanning</em> lebih efektif dalam meningkatkan nilai kuat sobek, kuat tarik, dan kemuluran kulit sarung tangan golf.</p> Eka Yulianti Putri Sarjono Nur Mutia Rosiati Raden Lukas Martindro Satrio Ari Wibowo Copyright (c) 2025 Eka Yulianti Putri Sarjono, Nur Mutia Rosiati, Raden Lukas Martindro Satrio Ari Wibowo https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 7 4 523 528 10.56625/jipho.v7i4.414 Uji Kualitas Sensorik Es Krim dengan Penambahan Level Madu yang Berbeda https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/328 <p>Penelitian ini bertujuan guna mengevaluasi pengaruh penambahan madu hitam pada berbagai tingkat konsentrasi terhadap hasil uji sensorik es krim. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, yang berada di Jurusan Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Halu Oleo. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) melalui empat perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: P1 (pembuatan es krim tanpa penambahan madu hitam manis), P2 (penambahan madu hitam manis sebanyak 5%), P3 (dengan penambahan 7,5% madu hitam manis), dan P4 (dengan penambahan madu hitam manis sebanyak 10%). Parameter yang diamati mencakup karakteristik sensorik seperti warna, aroma, tekstur, dan rasa dari produk es krim. Temuan penelitian mengindikasikan bahwasannya penambahan madu hitam manis hingga konsentrasi 10% tidak memberikan efek p&gt;0,005 terhadap hasil uji sensorik pada warna, aroma, rasa, dan tekstur es krim. Warna es krim secara umum bernilai 1 (putih), aroma yang terdeteksi adalah 2 (aroma susu), rasa berkisar pada angka 2 (manis), dan tekstur menunjukkan skor 1 dan 2 (lembut hingga sangat lembut). Dari temuan ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian madu sebagai pemanis hingga tingkat 10% tidak berpengaruh secara signifikan terhadap karakteristik sensorik es krim.</p> Farhan Pangestu Nur Santy Asminaya Harapin Hafid Copyright (c) 2025 Farhan Pangestu, Nur Santy Asminaya, Harapin Hafid https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 7 4 529 534 Pengaruh Durasi Fermentasi dan Varietas Sorghum (Sorghum bicolor L.) terhadap Kecernaan In Vitro Pakan Komplit https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/318 <p>Sorghum <em>Brown Midrip Resistance</em> (BMR) adalah varietas sorghum hasil mutasi genetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh sorghum BMR dan lama fermentasi terhadap kecernaan pakan komplit. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2x2, faktor pertama adalah varietas sorghum (Sorghum BMR dan Super-2) dan faktor kedua adalah durasi fermentasi (3 hari dan 7 hari). Variabel yang diteliti antara lain kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), dan kecernaan protein kasar (KcPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan varietas sorgum dan durasi fermentasi memberikan pengaruh (P&lt;0,05) terhadap KcBK dan KcPK. Terdapat interkasi (P&gt;0,05) antara varietas sorghum dan durasi fermentasi terhadap KcBK. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah varietas sorgum BMR dan durasi fermentasi 3 hari memberikan hasil terbaik terhadap KcBK dan KcPK.</p> Herdiyon Banu Sanjaya Anggi Derma Tungga Dewi Kunaifi Wicaksana Eka Rizky Vury Rahayu Rikardo Silaban Copyright (c) 2025 Herdiyon Banu Sanjaya, Anggi Derma Tungga Dewi, Kunaifi Wicaksana, Eka Rizky Vury Rahayu, Rikardo Silaban https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 7 4 535 540 10.56625/jipho.v7i4.318 Struktur Populasi dan Pertambahan Alami Sapi Bali di Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/369 <p>Sapi bali ialah sapi asli dari Indonesia yang merupakan hasil domestikasi dari banteng liar. Populasi sapi bali tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Provinsi Sulawesi Tenggara. Salah satu wilayah penyebaran sapi bali di Sulawesi Tenggara adalah Kabupaten Muna. Sapi Bali bali tersebar di semua kecamatan di Kabupaten Muna dan salah satunya adalah Kecamatan Kabangka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur populasi dan pertambahan alami sapi bali di Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna dengan menggunakan metode <em>stratified random sampling</em> yang dikelompokkan dalam 3 strata populasi yaitu populasi tinggi, populasi sedang, dan populasi rendah, setiap stratanya dipilih satu desa secara <em>random sampling</em>. Penentuan responden peternak sapi setiap desa terpilih dilakukan secara total sampling dengan jumlah total responden sebanyak 15 orang peternak di setiap desa atau sebanyak 45 orang. Struktur populasi sapi bali di Kecamatan Kabangka mulai dari persentase tertinggi yaitu sapi betina dewasa dengan jumlah (35,11%), kemudian sapi jantan muda (19,64%) dan sapi jantan dewasa dengan jumlah 913,69%). Jumlah sapi jantan dewasa sebanyak 23 (13,69% ) dan sapi dewasa betina sebanyak 59 ekor (35,11%) atau dengan <em>sex ratio </em>(1:3). <em>Sex ratio</em> sapi jantan dan betina dalam penelitian ini kurang ideal untuk mendukung perkembangan populasi. Pertambahan alami sapi bali di Kecamatan Kabangka sebesar 12,50% atau dalam kategori rendah. Berdasarkan hasil penelitian di Kecamatan Kabangka dapat disimpulkan bahwa struktur populasi sapi bali di Kecamatan Kabangka terdiri atas sapi 26,19% anak, 25,00% sapi muda, dan 48,80% sapi dewasa, dengan pertambahan alami sapi bali sebesar 12,50%.</p> Isra Yana Wati Rahman Syam Rahadi Copyright (c) 2025 Isra Yana Wati, Rahman, Syam Rahadi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 7 4 541 547 10.56625/jipho.v7i4.369 Struktur Populasi dan Pertumbuhan Alami Kambing Lokal di Kecamatan Poasia, Abeli dan Nambo Kota Kendari https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/331 <p>Kambing kacang dan jawarandu adalah merupakan kambing lokal Indonesia yang dipelihara oleh masyarakat di pedesaan maupun perkotaan karena memiliki beberapa keunggulan seperti kebutuhan pakan per ekor relatif sedikit, daya adaptasi pakan dan lingkungan yang baik, kemampuan reproduksi yang tinggi, mudah dari segi perawatan, pemeliharaannya dan mudah dipasarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur populasi dan pertumbuhan alami kambing lokal di Kecamatan Poasia, Abeli, dan Nambo Kota Kendari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2025 yang bertempat di Kecamatan Poasia, Abeli dan Nambo di Kota Kendari. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu struktur populasi dan pertumbuhan alami kambing lokal. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu data yang diperoleh ditabulasi, dianalisis dan dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur populasi kambing lokal di Kecamatan Poasia, Kecamatan Abeli dan Kecamatan Nambo yang berdasarkan jenis kelamin yaitu dominan kambing betina 67,81% dan jantan 32,19% sedangkan berdasarkan umur yaitu dominan kambing dewasa 50,14%, anak kambing/cempe 28,78%, dan kambing muda 21,68%. Pertumbuhan alami kambing tertinggi adalah di Kecamatan Nambo sebesar 44,82% (kategori tinggi) dan Poasia 35,80% (kategori tinggi), dan terendah di Kecamatan Abeli 27,78% (kategori sedang).</p> La Budi Budi Rahim Aka Putu Nara Kusuma Prasanjaya Astriana Napirah Copyright (c) 2025 La Budi Budi, Rahim Aka, Putu Nara Kusuma Prasanjaya, Astriana Napirah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 7 4 548 554 10.56625/jipho.v7i4.331 Analisis Pendapatan Usaha Ayam Geprek Borobudur di Kecamatan Poasia https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/375 <p>Usaha ayam geprek sangat berkembang di Kota Kendari khususnya di kecamatan Poasia ota Kendari Sulawesi Tenggara. Rumah makan ayam geprek Borobudur mulai menjadi favorit warga Kendari khususnya pelajar dan mahasiswa karena memiliki harga yang terjangkau dan kualitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil usaha, menganalisis pendapatan dan menganalisis kelayakakan usaha ayam geprek Borobudur di kecamatan Poasia Kota Kendari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2023 bertempat diusaha Ayam Geprek Borobudur Kecamatan Poasisa Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (<em>purposive sampling</em>) atas pertimbangan bahwa tempat di Kecamatan Poasia Ayam Geprek Borobudur yang relatif banyak konsumennya. Responden dalam penelitian ini adalah pemilik usaha, karyawan dan konsumen usaha rumah makan Ayam Geprek Borobudur. Usaha rumah makan Ayam Geprek Borobudur merupakan usaha rumah makan yang mengolah bahan baku ayam dengan tujuan memproduksi makanan siap saji dengan harga Rp 15.000 per porsi. Total pendapatan yang diperoleh usaha rumah makan ayam geprek borobudur pada bulan Mei 2023 dalam sebulan sebesar Rp. 164.036.683, dengan total penerimaan sebesar Rp.392.220.000 dan total biaya yang meliputi biaya tetap dan biaya tidak tetap sebesar Rp.228.183.317. Usaha rumah makan Ayam Geprek Borobudur layak untuk dijalankan berdasarkan nilai R/C Ratio 1,71 dan nilai B/C Ratio 0.71.</p> Nurmala Nurmala Musram Abadi La Ode Arsad Sani Copyright (c) 2025 Nurmala Nurmala, Musram Abadi, La Ode Arsad Sani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 7 4 555 559 Kualitas Interior dan Sifat Fungsional Telur Ayam Ras yang Direndam dalam Larutan Pengawet Berbeda https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/396 <p>Ayam ras petelur salah satu komoditi unggas yang mempunyai perananan penting sebagai penghasil telur dalam menunjang kebutuhan protein hewani yang murah dan mudah didapat. Telur ayam ras sebagai sumber protein hewani yang hampir sempurna. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas interior telur ayam ras yang direndam dalam larutan pengawet berbeda. Manfaat dalam penelitian ini yaitu sebagai referensi dan sumber informasi bagi peneliti selanjutnya mengenai kualitas interior pada telur ayam ras yang direndam dalam larutan pengawet berbeda. Penelitian ini dilakukan berdasarkan (RAL) Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 2 faktor dan 5 perlakuan dan masing–masing diulang sebanyak 4 ulangan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa larutan lama penyimpanan telur ayam ras tidak dipengaruhi secara signifikan oleh perendaman biji pinang dan sabut kelapa (P&gt;0,05). terhadap indeks putih dan kuning telur, Haugh Unit, warna kuning telur, dan rongga udara di dalam telur. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa kualitas interior terhadap telur ayam ras yang direndam dalam larutan pengawet berbeda tidak berbengaruh terhadap indeks putih, indeks kuning, warna kuning telur, Haug Unit, dan rongga udara.</p> Reski Rahmat Fadli Ma’mun Pancar Fitrianingsih Fitrianingsih Copyright (c) 2025 Reski Rahmat, Fadli Ma’mun Pancar, Fitrianingsih Fitrianingsih https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 7 4 560 566 10.56625/jipho.v7i4.396 Pengaruh Umur Terhadap Produksi Edible Offal Sapi Bali https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/76 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh umur terhadap produksi <em>edible offal </em>sapi bali. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey dan penimbangan secara langsung kepada objek yang diamati. Penelitian ini menggunakan 48 ekor yang terdiri dari 24 ekor sapi bali Jantan dan 24 ekor sapi bali betina yang dipotong di Rumah Potong Hewan Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur berpengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap produksi <em>edible offal </em>sapi bali, Bobot <em>edible offal </em>sapi bali tertinggi pada umur &gt;3 tahun (P3). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa umur berpengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap produksi <em>edible offal </em>sapi bali. Saran agar dapat dilakukan penelitian pengaruh umur dan jenis kelamin terhadap produksi karkas dan non karkas sapi bali di RPH Kendari.</p> Riswan Riswan Harapin Hafid Restu Libriani Asma Bio Kimestri Copyright (c) 2025 Riswan Riswan, Harapin Hafid, Restu Libriani, Asma Bio Kimestri https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 7 4 567 570 10.56625/jipho.v7i4.76 Potensi Pengembangan Sapi Potong Berdasarkan Ketersediaan Limbah Tanaman Pangan di Kabupaten Barru https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/373 <p>Sektor peternakan sapi potong menghadapi tantangan signifikan terkait ketersediaan dan biaya pakan, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. Ketergantungan pada pakan konvensional seperti rumput gajah (Napier) menjadi kurang berkelanjutan akibat dampak perubahan iklim dan meningkatnya biaya produksi. Sebagai alternatif, pemanfaatan limbah tanaman pakan seperti jerami padi, tongkol jagung, dan limbah tanaman lainnya menawarkan potensi besar sebagai sumber pakan yang ekonomis dan berkelanjutan. Kajian ini dilatarbelakangi oleh tingginya produksi limbah pertanian, khususnya jerami padi, yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai pakan ternak. Data populasi sapi potong berdasarkan BPS Kabupaten Barru (2024) berjumlah 24.234 ekor, terdiri dari 5.842 ekor anak, 7.320 ekor muda, dan 19.114 ekor dewasa. Populasi tertinggi tercatat di Kecamatan Barru dan Tanete Riaja, yang juga merupakan wilayah sentra pertanian padi. Dominasi populasi sapi dewasa (79%) menunjukkan potensi produksi daging adalah sapi jantan dewasa, namun juga menuntut penyediaan pakan yang berkelanjutan. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pengembangan populasi sapi potong berdasarkan ketersediaan limbah tanaman pangan di Kabupaten Barru. Kajian ini merupakan kajian statisitik deskriptif. Data yang digunakan pada kajian adalah data sekunder. variabel yang diukur adalah populasi ternak (ST), produksi bahan kering (BK),daya dukung limbah, dan kapasitas peningkaatan populasi sapi. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketersediaan limbah jerami padi di dua kecamatan tersebut mampu mendukung peningkatan populasi sapi potong apabila dimanfaatkan secara optimal. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa pemanfaatan limbah tanaman pangan sebagai pakan alternatif berpotensi mendukung keberlanjutan usaha sapi potong di Kabupaten Barru. Diperlukan intervensi melalui penyuluhan dan adopsi teknologi pakan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas peternak dalam memanfaatkan limbah tersebut secara efisien.</p> Andi Muh Fuad Al Kautsar Walinono Abdul Alim Yamin Ichlasul Amal Muh. Ridwan B Mita Arifa Hakim Jasmal A Syamsu Copyright (c) 2025 Andi Muh Fuad Al Kautsar Walinono, Abdul Alim Yamin, Ichlasul Amal, Muh. Ridwan B, Mita Arifa Hakim, Jasmal A Syamsu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 7 4 571 578 10.56625/jipho.v7i4.373 Kualitas Fisik dan Uji Organoleptik Keripik Sosis Daging Ayam dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/430 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kualitas fisik dan organoleptik keripik sosis daging ayam. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan berdasarkan konsentrasi tepung daun kelor P0 (0%), P1 (2%), P2 (4%) dan P3 (6%) dengan 4 ulangan. Parameter yang diamati meliputi warna L*, a*, b* dan uji organoleptik (warna, aroma dan rasa). Uji organoleptik menggunakan 15 panelis tidak terlatih. Data dianalisis menggunakan (ANOVA) apabila terdapat perbedaan dilanjukan uji lanjut Duncan, uji organoleptik menggunakan kruskall wallis, apabila terdapat perbedaan di uji lanjut dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kelor berpengaruh signifikan terhadap parameter warna, yaitu kecerahan (L*), kemerahan (a*), dan kekuningan (b*), di mana peningkatan konsentrasi tepung daun kelor menyebabkan warna produk menjadi lebih gelap. Uji organoleptik menunjukkan penambahan tepung daun kelor pengaruh nyata pada warna dan aroma, tetapi tidak berpengaruh nyata pada rasa. Karateristik pada uji organoleptik memiliki warna 1,53 (coklat kehijauan), aroma 3,02 ( beraroma kelor) dan rasa 4(suka). Dengan demikian, tepung daun kelor memiliki potensi sebagai bahan tambahan fungsional dalam diversifikasi produk olahan daging ayam. Penggunaan tepung daun kelor juga dapat menjadi inovasi untuk menghasilkan produk yang lebih sehat, tahan lama, dan memiliki nilai fungsional tinggi, sambil tetap mempertahankan daya tarik sensorik bagi konsumen.</p> Yasinta M. Kurniawati Bastari Sabtu Heri Armadianto Dewi Elfrida Sihombing Copyright (c) 2025 Yasinta- Maria123 Tibortius Gamas, Dewi, Heri, Bastari Sabtu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 7 4 579 585 10.56625/jipho.v7i4.430