Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal
<div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <p><strong style="font-size: 0.875rem;"><img style="float: left; width: 200px; margin-top: 8px; margin-right: 10px; border: 2px solid #184B80;" src="https://jipho.uho.ac.id/public/journals/1/cover_issue_4_en_US.jpg" alt="" /></strong></p> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <p style="text-align: justify;"><strong>JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)</strong> is a scientific journal in the field of animal husbandry which includes; breeding and genetics, reproduction, physiology, nutrition, feed technology, forage, livestock production, biotechnology, behavior, health, livestock systems, socio-economics, policy, and livestock product technology.</p> <p style="text-align: justify;">JIPHO is a peer-reviewed journal published four times a year (January, April, July, October). JIPHO is published by the Department of Animal Husbandry, <a href="http://fpt.uho.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Faculty of Animal Husbandry, Universitas Halu Oleo</a> in collaboration with the <a href="https://pb-ispi.org/" target="_blank" rel="noopener">Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia</a> (<a href="https://drive.google.com/drive/folders/1EC4zACyi9G4j1yi17Y-Hvq5VImLiCc1W?usp=sharing">Link: MoU</a>).</p> <p style="text-align: justify;">JIPHO provides open access to anyone so that the information and findings in these articles are useful for everyone. This journal's article content can be accessed and <strong>downloaded for free, free of charge</strong>, following the <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" target="_blank" rel="noopener">Creative Commons license</a> used. However, suppose the data in this article is used as material in article writing or anything else. In that case, you must quote and include the article author's name in the item being made.</p> <p style="text-align: justify;">For Previous journal archives please refer to this link <a href="https://ojs.uho.ac.id/index.php/jipho/issue/archive">JIPHO Vol. 2 No 1 (2020) - Vol. 6 No 2 (2024)</a></p> <p style="text-align: justify;"> JIPHO has been ranked in<strong> SINTA 3 </strong>from Volume 7 Issue 3, 2025 until Volume 12 Issue 2, 2030</p> </div> </div> </div> </div> <p><img src="https://journal.unm.ac.id/public/site/images/pratamaisbar/s3.jpg" alt="About the Journal | Journal of Mathematics, Computations and Statistics" /></p> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div>Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleoen-USJurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo 2548-1908Karakteristik Kualitatif Kambing di Kecamatan Tiworo Selatan Kabupaten Muna Barat
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/42
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kualitatif kambing di Kecamatan Tiworo Selatan, Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kecamatan Tiworo Selatan, Kabupaten Muna Barat selama kurang lebih satu bulan di mulai Juli sampai Agustus 2022. Sampel penelitian adalah ternak kambing jantan dan betina dengan kisaran umur ≥ 6-48 bulan yang ditentukan dengan melihat pergantian gigi seri. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian adalah <em>purposive sampling</em>. Selanjutnya dipilih secara acak yang sesuai kriteria dan dan dilakukan pengamatan terhadap 115 ekor kambing jantan dan 117 ekor kambing betina pada lima desa yaitu Desa Barakkah, Sangia Tiworo, Kasimpa Jaya, Katangana dan Desa Papura Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase warna rambut pada tubuh kambing jantan didominasi pola warna kombinasi coklat hitam putih 22%, coklat hitam 20% dan paling sedikit warna putih 4,35%. Sedangkan kambing betina adalah warna hitam polos 18,80%, kombinasi coklat hitam putih 17,95%, coklat 16,24% dan terkecil warna putih 2,56%. Tipe telinga kambing jantan adalah dominan telinga pendek dan tegak ke samping sebanyak 80% sedangkan betina adalah telinga pendek dan tegak ke samping sebanyak 77,78%, setengah menjuntai 14,53% dan menjuntai ke bawah 7,69%. Sebagian besar kambing memiliki tanduk yaitu jantan 84,35% dan betina 92,31% serta tidak memiliki tanduk pada jantan 5,22% dan betina 2,56%. Bentuk hidung pada kambing adalah rata dan lurus yaitu jantan 91,30% dan betina 88,89% serta hidung agak cembung pada kambing jantan 8,70% dan betina 11,11%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan warna rambut pada tubuh, tipe telinga, tanduk dan bentuk hidung kambing diKecamatan Tiworo Selatan cenderung beragam atau bervariasi.</p>Sitti Herlina RosantiLa MalesiRahim Aka
Copyright (c) 2026 Sitti Herlina Rosanti, La Malesi, Rahim Aka
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318331732410.56625/jipho.v8i3.42Evaluasi Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Sapi Potong di Desa Bomo Banyuwangi
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/693
<p>Penelitian ini dilakukan di Desa Bomo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Februari – Juni 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keberhasilan inseminasi buatan pada sapi potong di Desa Bomo. Populasi sapi betina yang digunakan dalam penelitian ini adalah 52 ekor sapi potong. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui observasi dan wawancara. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>Non Return Rate</em> (NRR), <em>Conception Rate</em> (CR), dan <em>Service per Conception</em> (S/C). Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan inseminasi buatan berdasarkan nilai NRR 59,62%, CR 60%, dan nilai S/C 1,61 di Desa Bomo tergolong baik. Dapat disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan berdasarkan nilai NRR, CR, dan S/C di Desa Bomo baik. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai evaluasi keberhasilan IB di Desa Bomo, Kabupaten Banyuwangi terkait kualitas semen beku yang digunakan, baik secara makroskopis maupun mikroskopis, sehingga petugas inseminator mengetahui kualitas dan kondisi semen yang akan digunakan dalam pelaksanaan inseminasi buatan.</p>Slamet SantosoEnike Dwi KusumawatiAju Tjatur Nugroho Krisnaningsih
Copyright (c) 2026 Slamet Santoso, Enike Dwi Kusumawati, Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318332533010.56625/jipho.v8i3.693Persepsi Masyarakat Terhadap Potensi Usaha Sarang Burung Walet di Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/242
<p class="E-mail" style="margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap potensi usaha sarang burung walet di Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat. Pemilihan lokasi Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan memilih Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat sebagai lokasi penelitian pertimbangan utama pemilihan Kecamatan Kusambi adalah mulai berkembangnya usaha sarang burung walet di daerah ini. pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi yaitu melakukan wawancara. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Hasil peenlitian ini menunjukan variable aspek ekonomi, aspek sosial, aspek lingkungan. Keberadaan usaha ini memberikan dampak yang cukup signifikan kepada masyarakat untuk mendapatkan dan menghasilkan ekonomi yang melimpah kepada masyarakat di Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat.</p>Hesti Sari Satri AyumiAstriana NapirahMusram Abadi
Copyright (c) 2026 Hesti Sari Satri Ayumi, Astriana Napirah, Musram Abadi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318333133810.56625/jipho.v8i3.242Pengaruh Penggunaan Tepung Keong Sawah (Pila ampullacea) dalam Ransum Terhadap Performa Ayam KUB
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/365
<p>Tepung keong sawah adalah hasil olahan dari keong sawah <em>(Pila ampullacea) y</em>ang telah melalui proses perebusan, pemisahan daging dari cangkangnya, penjemuran, serta penggilingan hingga menjadi bentuk tepung halus. Tepung ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif untuk ternak, khususnya unggas seperti ayam, karena mengandung protein hewani yang tinggi, asam amino esensial, serta mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Pemanfaatan tepung keong sawah dalam ransum bertujuan untuk menekan biaya pakan sumber protein dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang murah dan melimpah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung keong sawah terhadap performa ayam kampung unggul Balitbangtan (KUB). Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu P0 = 0%, P1 = 2%, P2 = 4%, dan P3 = 6% sebagai dosis penambahan tepung keong sawah dalam ransum. Terdapat 4 perlakuan yang berbeda dan di setiap perlakuan terdapat 4 unit ulangan yang masing-masing unit ulangan berisi 4 ekor ayam KUB homogen. Penelitian ini berlangsung selama 25 hari, dan data dianalisis menggunakan uji statistik dengan program SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung keong sawah memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap pertambahan bobot badan dan konversi pakan (FCR), namun tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan.</p>Catur Suci Purwati Umar Jafar Amir
Copyright (c) 2026 Catur Suci Purwati , Umar Jafar Amir
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318333934310.56625/jipho.v8i3.365Analisis Saluran dan Margin Pemasaran Ayam Broiler di Kota Baubau
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/914
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran ayam broiler, menghitung margin pemasaran, serta menilai tingkat efisiensi pemasaran di Kota Baubau. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (<em>purposive </em>sampling), sedangkan penetapan responden dilakukan dengan menggunakan metode <em>Snowball Sampling, </em>responden dalam penelitian ini adalah seluruh peternak dan pedagang yang terlibat dalam pemasaran ayam broiler<em>.</em> Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Analisis data mencakup analisis deskriptif untuk mengidentifikasi pola saluran pemasaran serta analisis kuantitatif untuk menghitung margin, keuntungan dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran ayam broiler, yaitu: 1) peternak → pedagang pengecer → konsumen akhir, 2) peternak → pedagang pengumpul → pedagang pengecer → konsumen akhir. Margin pemasaran pada saluran pemasaran I adalah Rp16.218/ekor, sedangkan pada saluran pemasaran II sebesar Rp26.218/ekor. Nilai efisiensi pemasaran berada pada kisaran 4,27% hingga 10,56%, sehingga kedua saluran pemasaran tersebut dikategorikan efisien.</p>Desy ArnaliaHairil A HadiniAndi Murlina Tasse
Copyright (c) 2026 Desy Arnalia, Hairil A Hadini, Andi Murlina Tasse
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318334435110.56625/jipho.v8i3.914Performa Pertumbuhan Sapi Bali yang Digembalakan Secara Ekstensif pada Padang Pengembalaan di Kecamatan Ile Ape Timur Kabupaten Lembata
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/1007
<p>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa pertumbuhan sapi Bali melalui pengukuran pertambahan bobot badan harian (PBBH), dimensi tubuh, serta menganalisis kapasitas tampung padang penggembalaan sebagai dasar pengembangan usaha peternakan berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Juli 2026 di padang penggembalaan alam Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata. Sebanyak 20 ekor sapi Bali umur 2–2,5 tahun, terdiri atas 10 ekor jantan dan 10 ekor betina, diamati menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data yang dikumpulkan meliputi bobot badan, PBBH, dimensi tubuh (tinggi pundak, panjang badan, dan lingkar dada), serta ketersediaan hijauan pakan. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menentukan performa pertumbuhan dan kapasitas tampung padang penggembalaan berdasarkan produksi bahan kering dan kebutuhan pakan ternak, sedangkan hubungan kualitas hijauan dengan PBBH dianalisis menggunakan korelasi dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata PBBH sapi Bali sebesar 0,275 ± 0,055 kg/ekor/hari, dengan sapi jantan memiliki nilai dan ukuran tubuh lebih tinggi dibandingkan sapi betina. Kapasitas tampung padang penggembalaan sebesar 0,85 ekor/ha/tahun, sedangkan kepadatan ternak aktual mencapai 1,2 ekor/ha, yang menunjukkan terjadinya tekanan penggembalaan akibat jumlah ternak melebihi daya dukung lahan. Disimpulkan bahwa performa pertumbuhan sapi Bali tergolong baik, namun kapasitas tampung padang penggembalaan masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan penggembalaan melalui penyesuaian jumlah ternak, penerapan rotasi penggembalaan, serta peningkatan kualitas dan ketersediaan hijauan pakan untuk mendukung produktivitas yang berkelanjutan. </p>Enike Dwi KusumawatiMakdum Ibrahim Asmara KandiTri Ida Wahyu KustyoriniDimas Pratidina Puriastuti Hadiani
Copyright (c) 2026 Enike Dwi Kusumawati, Makdum Ibrahim Asmara Kandi , Tri Ida Wahyu Kustyorini, Dimas Pratidina Puriastuti Hadiani
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318335236510.56625/jipho.v8i3.1007Uji Sensitivitas Staphylococcus sp. yang Diisolasi dari Ayam Petelur di Kabupaten Konawe Selatan Terhadap Amoksisilin, Oksitetrasiklin, dan Gentamisin
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/525
<p><em>Staphylococcus </em>sp. adalah bakteri Gram-positif yang dapat menyebabkan penyakit akut dan kronis pada unggas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat sensitivitas bakteri <em>Staphylococcus </em>sp. yang diisolasi dari ayam petelur di Kabupaten Konawe Selatan terhadap tiga jenis antibiotik, yaitu amoksisilin, oksitetrasiklin, dan gentamisin. Bakteri diisolasi dari trakea ayam yang menunjukkan gejala sakit dengan menggunakan media <em>Mannitol Salt Agar</em> (MSA), kemudian dilakukan uji sensitivitas menggunakan metode <em>Kirby-Bauer</em> pada media <em>Mueller Hinton Agar</em> (MHA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Staphylococcus </em>sp. masih sensitif terhadap antibiotik amoksisilin (73,3%) dan gentamisin (86,7%), sedangkan sensitivitas terhadap oksitetrasiklin lebih rendah (43,3%) dan menunjukkan tingkat resistensi yang tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa amoksisilin dan gentamisin masih efektif untuk digunakan secara terkontrol dalam pengobatan infeksi akibat <em>Staphylococcus </em>sp. pada ayam petelur di lokasi penelitian. Penelitian ini memberikan informasi penting sebagai dasar pertimbangan penggunaan antibiotik yang tepat guna menekan resistensi antimikroba serta menjaga kesehatan dan produktivitas ternak unggas.</p>Rizki Abdullah MukhrabRestu LibrianiYamin Yaddi
Copyright (c) 2026 Rizki Abdullah Mukhrab, Restu Libriani, Yamin Yaddi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318336637310.56625/jipho.v8i3.525Strategi Hilirisasi Peternakan Sapi di Nusa Tenggara Timur Berbasis Rantai Nilai Lokal
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/946
<p>Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi besar dalam sektor peternakan dengan populasi sapi mencapai angka tertinggi nasional sekitar 603.636 ekor pada tahun 2025. Meskipun peternakan sapi erat kaitannya dengan tradisi lokal dan sumber ekonomi, pengembangannya masih terhambat oleh terbatasnya akses teknologi modern, rendahnya kualitas produk, serta infrastruktur distribusi yang belum memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai strategi hilirisasi peternakan, praktik terbaik, serta tantangan dalam meningkatkan rantai nilai lokal guna menjamin keberlanjutan usaha peternak rakyat. Metode yang digunakan narrative review dengan fokus pada dinamika rantai nilai pasok dan strategi hilirisasi produk sapi di NTT. Hasil menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan harus berlandaskan pada Good Breeding Practices dan Good Farming Practices serta dukungan akses permodalan untuk meningkatkan daya saing peternak. Identifikasi potensi lokal menunjukkan dominasi sistem pemeliharaan pasture. Penguatan kelembagaan melalui koperasi atau BUMDes sebagai kunci dalam meningkatkan posisi tawar dan akses informasi pasar bagi peternak. Dari sisi infrastruktur, pembangunan Pusat Logistik, Rumah Potong Hewan (RPH) modern dan rantai pasok dingin (cold chain) dalam menjaga mutu produk daging. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan vokasi dan pemanfaatan teknologi informasi sistem "SIKAPETER" terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja peternakan. Selain itu, sinkronisasi kebijakan antar-lembaga diperlukan untuk menyelaraskan regulasi budidaya dengan standar SNI dan sertifikasi halal guna menciptakan industri yang berdaya saing. Transformasi hilirisasi peternakan sapi di NTT melalui integrasi standar pemeliharaan, penguatan lembaga, dan pembangunan infrastruktur modern sebagai langkah strategis untuk menciptakan ekosistem peternakan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal.</p>I Kadek Yoga KertiyasaNi Nengah SuryaniDewi Elfrida ShihombingPrihutomo SuhartoI Putu Gede Didik WidiartaNi Wayan Ayuningsih
Copyright (c) 2026 I Kadek Yoga Kertiyasa, Ni Nengah Suryani, Dewi Elfrida Shihombing, Prihutomo Suharto, I Putu Gede Didik Widiarta, Ni Wayan Ayuningsih
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318337438110.56625/jipho.v8i3.946Identifikasi dan Karakterisasi Nutrien Tumbuhan Pakan Ternak di Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/1003
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan pakan ternak serta menganalisis karakterisasi dan kandungan nutrien tumbuhan pakan ternak di Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah. Penelitian menggunakan metode purposive sampling, sedangkan pengambilan sampel hijauan dilakukan dengan metode jelajah. Sebanyak sembilan spesies tumbuhan pakan dikumpulkan untuk dianalisis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengamatan langsung, identifikasi tumbuhan menggunakan aplikasi PlantNet Plant Identification, dan analisis laboratorium. Parameter yang diamati meliputi kadar bahan kering (BK), bahan organik (BO), serat kasar (SK), dan protein kasar (PK). Data dianalisis secara deskriptif dengan menyajikan nilai rataan dan kisaran kandungan nutrien setiap jenis tumbuhan pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan nutrien setiap jenis tumbuhan bervariasi, dengan kadar bahan kering berkisar antara 8,22–34,57%, bahan organik 71,05–84,82%, serat kasar 10,76–28,85%, dan protein kasar 3,15–26,18%. Sembilan jenis tumbuhan pakan yang teridentifikasi dan umum dimanfaatkan sebagai pakan ruminansia di Kecamatan Lakudo meliputi rumput belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn.), rumput gajah (Pennisetum purpureum), kalopo (Calopogonium mucunoides), lamtoro (Leucaena leucocephala), awar-awar (Ficus septica), gamal (Gliricidia sepium), kapuk randu (Ceiba pentandra (L.) Gaertn.), waru (Hibiscus tiliaceus), dan bakau (Rhizophora sp.). Berdasarkan hasil analisis, rumput gajah memiliki kandungan nutrien terbaik di antara kelompok rumput, sedangkan kalopo memiliki kandungan protein kasar tertinggi di antara kelompok leguminosa. Dengan demikian, kedua jenis hijauan tersebut berpotensi menjadi sumber pakan berkualitas untuk mendukung kebutuhan nutrisi ternak ruminansia di Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah.</p>Citra AyuRahman RahmanSyamsuddin Syamsuddin
Copyright (c) 2026 Citra Ayu, Rahman Rahman, Syamsuddin Syamsuddin
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318338239010.56625/jipho.v8i3.1003Pertumbuhan Kecambah Benih Indigofera (Indigofera zollingeriana) dengan Lama Perendaman dan Suhu yang Berbeda
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/965
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan suhu air yang berbeda terhadap pertumbuhan kecambah benih Indigofera (Indigofera zollingeriana). Indigofera merupakan leguminosa pakan ternak berkualitas tinggi, namun perkecambahan benihnya sering mengalami hambatan akibat dormansi fisik yang disebabkan oleh kulit benih yang keras. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanaman Pakan dan Pastura Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin pada bulan Juli 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan perlakuan suhu perendaman dan lama perendaman benih. Parameter yang diamati meliputi daya kecambah, tinggi kecambah, panjang akar primer, jumlah daun, rerata hari berkecambah, dan keseragaman tumbuh. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu perendaman memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya kecambah, jumlah daun, rerata hari berkecambah, dan keseragaman tumbuh benih Indigofera. Perlakuan suhu perendaman tertentu mampu meningkatkan daya kecambah hingga 58,80%, mempercepat waktu berkecambah, serta meningkatkan keseragaman tumbuh dan jumlah daun kecambah dibandingkan kontrol. Namun demikian, perlakuan suhu perendaman tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap tinggi kecambah dan panjang akar primer. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan perendaman dengan suhu tertentu efektif dalam mematahkan dormansi benih Indigofera dan meningkatkan viabilitas serta vigor kecambah. Perlakuan suhu perendaman yang tepat dapat digunakan sebagai metode sederhana dan ekonomis untuk meningkatkan keberhasilan perkecambahan benih Indigofera sebagai hijauan pakan ternak.</p>Darmawati DarmawatiRinduwati RinduwatiMita Arifa HakimWindiana WindianaMuh. Ridwan BA.Muh. Fuad Al Kautsar WalinonoIchlasul Amal
Copyright (c) 2026 Darmawati Darmawati, Rinduwati Rinduwati, Mita Arifa Hakim, Windiana Windiana, Muh. Ridwan B, A.Muh. Fuad Al Kautsar Walinono, Ichlasul Amal
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318339140010.56625/jipho.v8i3.965Struktur Populasi Sapi Bali (Bos sondaicus) di Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/507
<p>Struktur populasi merupakan salah satu parameter penting yang dapat memberikan gambaran tentang kondisi, potensi, dan arah pengembangan populasi ternak di suatu wilayah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur populasi sapi Bali di Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan februari sampai bulan maret 2025 berlokasi di Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah. Lokasi penelitian ditentukan secara <em>purposive sampling</em> yaitu memilih kelurahan/desa yang memiliki populasi sapi Bali terbanyak. Populasi dalam penelitian ini adalah semua peternak sapi Bali di Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah, sedangkan sampel adalah peternak sapi bali Kecamatan Lakudo Variabel yang diamati adalah struktur populasi meliputi jenis kelamin dan umur sapi Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Struktur populasi sapi Bali di Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah terdiri dari sapi anak (28,62%), muda (22,08%) dan dewasa (49,29%). Persentase sapi Bali betina sebesar 74,20% dan sapi Bali jantan sebesar 25,80% dengan <em>s</em><em>ex ratio</em> sapi jantan dewasa dan betina dewasa sebesar 1:5. Hasil penelitian disimpulkan bahwa struktur populasi sapi Bali di Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah mulai dari persentase tertinggi terdiri dari sapi dewasa (49,29%), anak (28,62%), dan sapi muda (22,08%), dimana persentase sapi Bali betina lebih tinggi daripada sapi Bali jantan namun <em>s</em><em>ex ratio</em> sapi jantan dewasa dan betina dewasa (1:5) relatif kurang ideal sehingga perlu dilakukan seleksi pejantan unggul dan sisanya dijual sebagai sapi bakalan.</p>Ardhita Dwi MurniMuh. RusdinDeki Zulkarnain
Copyright (c) 2026 Ardhita Dwi Murni, Muh. Rusdin, Deki Zulkarnain
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318340140510.56625/jipho.v8i3.507Pengaruh Penggunaan Gelatin Cakar Ayam sebagai Binder terhadap Karakteristik Fisik Nugget Ayam dengan Filler Tepung Ampas Tahu
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/966
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh gelatin cakar ayam sebagai <em>binder</em> terhadap karakteristik fisik nugget ayam yang diformulasikan dengan tepung ampas tahu sebagai <em>filler</em>. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan gelatin (0%, 2%, 4%, 6%, dan 8% dari berat daging) serta empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi daya ikat air (WHC), susut masak, pH, dan tekstur. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan jika terdapat perbedaan nyata. Hasil menunjukkan bahwa penambahan gelatin berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap WHC, susut masak, dan tekstur, serta berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH. Secara umum, peningkatan level gelatin cakar ayam menurunkan susut masak (5,21%-1,89%), pH (5,98-5,75), dan tekstur (2,85-2,33). Sebaliknya, terjadi peningkatan pada WHC (25,93%-57,04%). Penambahan gelatin cakar ayam hingga 8% mampu memperbaiki kualitas fisik nugget daging broiler.</p>Muhammad Naufal AlifMuhammad Farhan HibatullahPremy Puspitawati RahayuMaria Ekakartika Putri MarawaliSafitri Safitri
Copyright (c) 2026 Muhammad Naufal Alif, Muhammad Farhan Hibatullah, Premy Puspitawati Rahayu, Maria Ekakartika Putri Marawali, Safitri Safitri
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318340641210.56625/jipho.v8i3.966Efisiensi Ekonomi Pemanfaatan Tepung Ikan Lokal dalam Ransum Broiler dengan Dosis Berbeda
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/933
<p>Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Efisiensi Ekonomi Pemanfaatan Tepung Ikan Lokal dalam Ransum Broiler dengan Dosis Berbeda. Penelitian ini bertempat di Laboratorium Unit Produksi Unggas, Fakultas Peternakan, Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan adalah desain eksperimen pola rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 16 unit satuan percobaan, masing masing unit satuan percobaan digunakan 6 ekor broiler umur 35 hari sehingga terdapat 96 ekor broiler. Parameter yang diamati adalah nilai efisiensi ekonomi dan <em>Income over feed and chick cost</em> (IOFCC).penambahan tepung ikan lokal pada pakan ayam broiler dapat menurunkan biaya pakan. Jumlah biaya pakan ayam broiler yang diberi pakan komersial selama 4 minggu pemeliharaan adalah Rp.23.121/ekor tanpa tambahan pakan apapun (P0=kontrol) sedangkan jumlah biaya pakan ayam broiler yang diberi pakan tepung ikan lokal adalah Rp.20.130/ekor (P1) dengan tambahan tepung ikan 9%, Rp.20.645/ekor (P2) dengan tambahan tepung ikan 13%, dan Rp.19.982/ekor (P3) dengan tambahan tepung ikan 15%.ilai rata-rata <em>Income over feed and chick cost </em>tertinggi pada perlakuan ini terdapat pada perlakuan P3 dengan jumlah rata-rata Rp.9.197/ekor. Sedangkan untuk yang paling terendah ada pada perlakuan P1 (komersial) dengan nilai rata-rata Rp.6.465/ekor.</p>Alwin AlwinLa Ode Arsad SaniHamdan Has
Copyright (c) 2026 Alwin Alwin, La Ode Arsad Sani, Hamdan Has
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318341341810.56625/jipho.v8i3.933Potensi Teknologi Enkapsulasi pada Fortifikasi Pangan Unggas di Indonesia: Kajian Material dan Metode Enkapsulasi
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/527
<p>Kebutuhan protein hewani di Indonesia menjadi prioritas utama dalam pemenuhan gizi bagi masyarakat. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas daging unggas adalah meningkatkan mutu pakan unggas. Suplementasi pakan unggas dapat dilakukan dengan menambahkan bahan yang mengandung antioksidan untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit pada unggas. Suplementasi dapat dilakukan dengan penambahan enkapasulasi senyawa bioaktif dalam pakan unggas. Teknik enkapsulasi untuk menjaga senyawa antioksidan tetap memiliki efikasi yang baik. Teknik enkapsulasi dapat diterapkan pada fortifikasi pangan unggas, yaitu dengan membuat kapsul berisi senyawa aktif antioksidan pada pakan untuk meningkatkan produktivitas unggas. Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang ketahanan pangan di Indonesia ditinjau dari performa unggas yang diberikan pakan yang mengandung senyawa aktif terenkapsulasi, mengingat kebutuhan asupan protein hewani di Indonesia cukup tinggi. Pada studi ini, dilakukan <em>review</em> artikel ilmiah dengan topik terkait secara komperhensif yaitu dengan mengklasifikasikan artikel ilmiah berdasarkan material dan metode enkapsulasi yang digunakan. Material enkapsulasi berupa maltodekstrin menjadi material enkapsulasi yang banyak dipilih karena memiliki karakteristik stabil dan tidak mempengaruhi stabilitas senyawa bioaktif yang dienkapsulasi. Teknik <em>freeze-drying</em> paling banyak dipilih dalam enkapsulasi karena menggunakan suhu rendah yang terbukti dapat menjaga senyawa bioaktif tetap stabil dan tidak terdegradasi yang mengakibatkan perubahan struktur maupun fungsionalitasnya. Meskipun demikian, material enkapsulasi dan teknik enkapsulasi lain dapat dipilih dengan pertimbangan yang tepat pada pemilihan bahan aktif yang akan dienkapsulasi.</p>Jasmine Rahma Kesuma NirvanaLucky Oktavia Wahyudi
Copyright (c) 2026 Jasmine Rahma Kesuma Nirvana, Lucky Oktavia Wahyudi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318341942810.56625/jipho.v8i3.527Produksi Hijauan dan Kapasitas Tampung Area Penggembalaan di Bawah Naungan Pohon Jabon (Anthocephalus cadamba) di Desa Labulu-Bulu Kecamatan Parigi Kabupaten Muna
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/547
<p>Penelitian ini dilakukan pada area penggembalaan di bawah naungan pohon jabon di Desa Labulu-Bulu kabupaten Muna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produksi hijauan dan kapasitas tampung area penggembalaan di bawah naungan pohon jabon di desa Labulu-bulu Kecamatan Parigi Kabupaten Muna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan pengukuran serta pengamatan secara langsung di lapangan. Pengukuran produksi hijauan menggunakan metode “ <em>Actual weight estimate “ </em> dengan menggunakan kuadran ukuran 1 meter x 1 meter. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area’ penggembalaan dibawah naungan pohon Jabon di Desa Labulu-bulu memiliki produksi hijauan segar berupa rumput 2.514 kg/ha, leguminosa 454.5 kg/ha, gulma 617.04 kg/ha. Kapasitas tampung area penggembalaan di bawah naungan pohon Jabon yakni 0,61 ST/ha/tahun.</p>Wa PineWidhi KurniawanNurhayu Nurhayu
Copyright (c) 2026 Wa Pine, Widhi Kurniawan, Nurhayu Nurhayu
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318342943510.56625/jipho.v8i3.547Estimasi Hertabilitas Bobot Badan Ayam Sensi Umur 5-8 Minggu di Kota Kendari
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/260
<p>Salah satu ayam lokal adalah ayam Sentul terseleksi (Sensi). Salah satu keunggulan ayam Sensi dibanding ayam kampung lainnya yaitu bobot hidup yang lebih cepat jika dibandingkan dengan ayam lokal lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai heritabilitas bobot badan ayam sensi pada umur 5-8 minggu di Kota Kendari. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis variansi CRD (<em>Completely Randomized Design</em>) pola <em>nested design</em> (struktur hierarkis) untuk mendapatkan komponen varian dari jantan dan betina. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh nilai hertabilitas bobot ayam sensi umur 5-8 minggu termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai heritabilitas tertinggi adalah berturut-turut komponen pejantan (ĥ<sup>2</sup><sub>s</sub>) 0,59 pada minggu ke 5 dan 6, konponen induk (ĥ<sup>2</sup><sub>d</sub>) 0,55 pada minggu ke-5 juga gabungan pejantan dan induk (ĥ<sup>2</sup><sub>s+d</sub>) 0,46 pada minggu ke-5.</p>Susder Rianto TutengMuhammad Amrullah PagalaAndini Sulfitrana
Copyright (c) 2026 Susder Rianto Tuteng, Muhammad Amrullah Pagala; Andini Sulfitrana
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318343644110.56625/jipho.v8i3.260Pengaruh Perlakuan Benih dan Intensitas Pencahayaan Gelap–Terang terhadap Pertumbuhan Jagung (Zea mays L.) Sebagai Hijauan Pakan Ternak
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/997
<p>Perkecambahan merupakan tahap kritis dalam budidaya jagung (Zea mays L.) sebagai tanaman pakan ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh perlakuan benih dan intensitas cahaya terhadap viabilitas, tinggi tanaman, dan jumlah daun jagung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah perlakuan benih (x) yang terdiri dari perendaman air biasa 27°C (P1), perendaman air panas 70°C (P2), perendaman larutan asam sitrat 10% (P3), perendaman larutan natrium bikarbonat 10% (P4), dan penyayatan dengan <em>cutter</em> (P5). Faktor kedua adalah intensitas cahaya (y), yaitu kondisi gelap dan terang. Sebanyak 250 benih digunakan dalam 10 kombinasi perlakuan, masing-masing diulang 5 kali dengan 5 benih per ulangan dan diamati selama 14 hari. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan (DMRT) pada taraf 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan benih berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap viabilitas benih, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Skarifikasi mekanik (P5) menghasilkan viabilitas tertinggi sebesar 62%. Intensitas cahaya tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap seluruh variabel yang diamati. Disimpulkan bahwa skarifikasi mekanik merupakan perlakuan paling efektif untuk meningkatkan viabilitas benih jagung, sedangkan intensitas cahaya tidak memengaruhi pertumbuhan awal tanaman secara signifikan.</p>Atik WinartiHanief Eko SulistyoHanum MuarifahMuhammad HelmiYohana Nanita Nansy ArdillaRuping MeirantikaDesika WulandariNayla Stevia LutfiCindy Auvril LysaFuat Aji Hidayat
Copyright (c) 2026 Atik Winarti, Hanief Eko Sulistyo, Hanum Muarifah, Muhammad Helmi, Yohana Nanita Nansy Ardilla, Ruping Meirantika, Desika Wulandari, Nayla Stevia Lutfi, Cindy Auvril Lysa, Fuat Aji Hidayat
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318344244810.56625/jipho.v8i3.997Evaluasi Nutrisi dan Performans Pertumbuhan Babi melalui Pakan Fermentasi
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/506
<p>Pakan merupakan komponen utama dalam usaha peternakan dengan kontribusi biaya mencapai 60–70% dari total produksi. Peternak babi rakyat di Desa Jati Bali, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, sebagian besar masih mengandalkan bahan pakan lokal seperti dedak padi, singkong, dan ampas tahu yang memiliki keterbatasan nilai nutrisi serta kecernaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi potensi bahan lokal yang difermentasi dalam meningkatkan performans ternak babi. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan P0 : 100% Basal tanpa tambahan silase sayur; P1: 90% Basal dengan tambahan 10% silase sayur; P2: 85% Basal dengan tambahan 15% silase sayur; dan P3: 80% Basal dengan tambahan 20% silase sayur. Peubah yang diamati dilapangan meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (Average Daily Gain/ADG), rasio konversi pakan (Feed Conversion Ratio/FCR). Data dianalisis secara statistik untuk melihat perbedaan nyata antara perlakuan. Hasil penelitian menujukkan bahwa pemberian pakan dengan menggunakan silase limbah sayur pada ternak babi fase starter tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan dan konversi pakan, namun memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan. Berdasrkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan silase limbah sayur dapat digunakan sebagai alternatif pakan ternak babi, dan hasil menunjukkan penggunaan silase limbah sayur sampai dengan taraf 15% pada ternak babi tidak mengganggu kesehatan ternak.</p>Meygi Caesarika Putri IlahudePutu Nara Kusuma PrasanjayaAnindyaningrum Putri ZainalAsma Bio KimestriFirman Nasiu
Copyright (c) 2026 Meygi Caesarika Putri Ilahude, Putu Nara Kusuma Prasanjaya, Anindyaningrum Putri Zainal, Asma Bio Kimestri, Firman Nasiu
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318344945610.56625/jipho.v8i3.506Uji Ketahanan Membran Plasma Spermatozoa Sapi Peranakan Ongole (PO) Menggunakan Larutan Natrium Chloride (NaCl) dengan Konsentrasi yang Berbeda
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/231
<p>Membran plasma merupakan bagian vital spermatozoa yang berperan dalam mempertahankan motilitas dan viabilitas sel. Kerusakan membran plasma dapat menurunkan daya gerak bahkan menyebabkan kematian spermatozoa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketahanan membran plasma spermatozoa sapi Peranakan Ongole (PO) menggunakan larutan NaCl dengan konsentrasi berbeda. Penelitian dilaksanakan di UPTD Balai Perbibitan dan Pakan Ternak Provinsi Sulawesi Tenggara menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, yaitu NaCl 0,7%; 0,8%; 0,9%; 1,0%; dan 1,1%, masing-masing 6 ulangan. Variabel yang diamati meliputi kualitas semen serta persentase membran plasma utuh (MPU), motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan kualitas semen segar sapi PO berada pada kondisi normal dengan volume rata-rata 5,17 ml, konsentrasi spermatozoa 1.462 juta/ml, gerakan massa (++), MPU 89,77%, motilitas 80%, viabilitas 88,50%, dan abnormalitas 1,83%. Setelah perlakuan, persentase MPU tertinggi diperoleh pada NaCl 0,8% (81,45%) dan 0,9% (80,20%). Analisis ragam menunjukkan bahwa konsentrasi larutan NaCl berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap persentase membran plasma utuh, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa. Disimpulkan bahwa larutan NaCl dengan konsentrasi 0,8% dan 0,9% merupakan medium terbaik untuk mempertahankan keutuhan membran plasma spermatozoa sapi PO.</p>Yastrid Dian SyaputriTakdir SailiAchmad Selamet Aku
Copyright (c) 2026 Yastrid Dian Syaputri, Takdir Saili, Achmad Selamet Aku
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318345746310.56625/jipho.v8i3.231Pengaruh Aplikasi Kompos Eceng Gondok dan Biochar Terhadap Pertumbuhan Semaian Jagung (Zea mays L) pada Media Pasca Tambang Batu Bara
https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/1005
<p class="s25">Penambangan batubara secara terbuka di Kalimantan Selatan menyebabkan degradasi lapisan tanah atas (topsoil), sehingga menurunkan kesuburan tanah dan kurang mendukung pertumbuhan tanaman. Salah satu upaya pemulihan tanah adalah dengan pemberian bahan organik seperti kompos enceng gondok dan biochar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi kompos eceng gondok dan biochar terhadap pertumbuhan semaian jagung pada media tanah pasca tambang batubara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu Faktor pertama adalah dosis kompos eceng gondok (0%, 40%, dan 80%), sedangkan faktor kedua adalah dosis biochar (0% dan 0,75%). Rancangan terdiri dari enam perlakuan dan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi kecepatan tumbuh, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tajuk, dan berat kering tajuk. Data dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi kompos eceng gondok dan biochar belum menunjukkan respon positif terhadap pertumbuhan awal semaian jagung di tanah pasca tambang batubara. Kompos yang belum terdekomposisi secara sempurna serta kondisi media yang terlalu lembap diduga menjadi faktor utama yang menghambat proses perkecambahan dan pertumbuhan awal tanaman. Perlakuan tanpa pemberian kompos dan biochar (0% biochar + 0% kompos) menghasilkan pertumbuhan terbaik pada seluruh parameter yang diamati. Hal ini menunjukkan bahwa pada fase perkecambahan dan pertumbuhan awal, tanaman jagung memerlukan media yang lebih aeratif dan memiliki drainase yang baik untuk mendukung perkembangan semaian.</p>Ana FitriaDesima Natalia HarianjaAmelia Lulu HutabaratMuhammad Jamil RezaRyzal Satria AditamaM. Dzikri Hudiatma
Copyright (c) 2026 Ana Fitria, Desima Natalia Harianja, Amelia Lulu Hutabarat, Muhammad Jamil Reza, Ryzal Satria Aditama, M. Dzikri Hudiatma
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-318346447310.56625/jipho.v8i3.1005