https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/issue/feedJurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo 2026-01-30T10:21:12+00:00Widhi Kurniawan, S.Pt., M.Sikurniawan.widhi@uho.ac.idOpen Journal Systems<div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <div id="journalDescription"> <p><strong style="font-size: 0.875rem;"><img style="float: left; width: 200px; margin-top: 8px; margin-right: 10px; border: 2px solid #184B80;" src="https://jipho.uho.ac.id/public/journals/1/cover_issue_4_en_US.jpg" alt="" /></strong></p> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <p style="text-align: justify;"><strong>JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)</strong> is a scientific journal in the field of animal husbandry which includes; breeding and genetics, reproduction, physiology, nutrition, feed technology, forage, livestock production, biotechnology, behavior, health, livestock systems, socio-economics, policy, and livestock product technology.</p> <p style="text-align: justify;">JIPHO is a peer-reviewed journal published four times a year (January, April, July, October). JIPHO is published by the Department of Animal Husbandry, <a href="http://fpt.uho.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Faculty of Animal Husbandry, Universitas Halu Oleo</a> in collaboration with the <a href="https://pb-ispi.org/" target="_blank" rel="noopener">Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia</a> (<a href="https://drive.google.com/drive/folders/1EC4zACyi9G4j1yi17Y-Hvq5VImLiCc1W?usp=sharing">Link: MoU</a>).</p> <p style="text-align: justify;">JIPHO provides open access to anyone so that the information and findings in these articles are useful for everyone. This journal's article content can be accessed and <strong>downloaded for free, free of charg</strong>e, following the <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" target="_blank" rel="noopener">Creative Commons license</a> used. However, suppose the data in this article is used as material in article writing or anything else. In that case, you must quote and include the article author's name in the item being made.</p> <p style="text-align: justify;">For Previous journal archives please refer to this link <a href="https://ojs.uho.ac.id/index.php/jipho/issue/archive">JIPHO Vol. 2 No 1 (2020) - Vol. 6 No 2 (2024)</a></p> <p style="text-align: justify;">JIPHO has been ranked in SINTA </p> </div> </div> </div> </div> <p><img src="https://jipho.uho.ac.id/public/site/images/fptjipho350/screenshot-2025-08-05-193045-2590b815e7682f8551fe1dd2fc13fb73.png" alt="" width="923" height="617" /></p> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div>https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/85Kadar Nutrien Ampas Sagu (Metroxylon sago) yang Difermentasi Menggunakan Aspergillus niger dan Penambahan Urea dengan Lama Inkubasi Berbeda2024-09-19T03:10:23+00:00Indri Sayu Membalaindrisayumembala@gmail.comWidhi Kurniawankurniawan.widhi@uho.ac.idAli Bainalibain67@uho.ac.id<p>Penelitian bertujuan untuk mengetahui kadar nutriesn <em>(Metroxylon sagu)</em> yang difermentasi menggunakan <em>Aspergillus niger</em> dengan lama inkubasi berbeda. Rancanagn dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan pola faktorian 2 x 4 dengan 3 ulangan yaitu A1<em>: Aspergillus niger</em> 6 %, A2: <em>Aspergillus niger</em> 6 % + Urea 5 %, B1: Fermentasi dengan lama inkubasi 7 hari, B2: Fermentasi dengan lama inkubasi 14 hari, B3: Fermentasi dengan lama inkubasi 21 hari, B4: Fermentasi dengan lama inkubasi 28 hari. Hasil analisis menunjukan bahwa ampas sagu fermentasi dapat menurunkan kadar serat kasar (75,3%), mempertahankan protein kasar, dan meningkatkan lemak kasar (28%) pada masing-masing lama waktu inkubasi 28 hari.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indri Sayu Membala, Widhi Kurniawan, Ali Bainhttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/477Tingkat Kesukaan Konsumen pada Telur Asin dari Dua Produsen Lokal di Desa Raman Fajar, Lampung Timur2025-12-08T04:55:30+00:00Miftahuddin Ahmaddiahreni87@gmail.comRohmatul Anwardiahreni87@gmail.comDwi Subakti Prastiyodiahreni87@gmail.comDiah Reni Asihdiahreni87@gmail.com<p>Telur asin merupakan produk olahan telur tradisional yang populer di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan seperti Desa Raman Fajar, Lampung Timur, di mana produksi lokal menjadi sumber protein dan pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesukaan konsumen terhadap telur asin dari dua produsen lokal melalui uji organoleptik untuk mengevaluasi potensi peningkatan kualitas produk dan daya saing pasar. Metode penelitian menggunakan desain eksperimental komparatif dengan uji organoleptik hedonik skala 1-5 (sangat tidak suka hingga sangat suka) oleh 20 panelis semi terlatih. Parameter yang diuji meliputi warna, tekstur, rasa, dan tingkat kesukaan keseluruhan. Analisis data dilakukan dengan uji statistik independen t-test untuk membandingkan mean skor antara Produsen A dan B, dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan pada warna (dan rasa, di mana Produsen B unggul. Namun, tekstur dan tingkat kesukaan keseluruhan tidak berbeda nyata, mengindikasikan penerimaan konsumen yang relatif setara. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa telur asin kedua produsen layak diterima pasar lokal.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> telur asin, uji organoleptik, tingkat kesukaan, produsen lokal, Lampung Timur</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Miftahuddin Ahmad, Rohmatul Anwar, Dwi Subakti Prastiyo, Diah Reni Asihhttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/544Pengaruh Suhu Penetasan yang Berbeda Terhadap Fertilitas, Daya Hidup Embrio, Daya Tetas dan Bobot Tetas Telur Ayam Arab (Gallus Turcicus)2026-01-30T03:28:16+00:00La Ode Dirhamsyah Saputratakdir69@uho.ac.idRusli Badaruddintakdir69@uho.ac.idTakdir Sailitakdir69@uho.ac.id<p>Ayam arab (<em>Gallus turcicus</em>) merupakan ayam pendatang yang berasal dari ayam lokal Belgia dimana memiliki performa yang cukup bagus dalam hal produksi telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu penetasan terhadap fertilitas, daya hidup embrio, daya tetas dan bobot tetas ayam arab <em>(Gallus turcicus).</em> Materi yang digunakan yaitu telur ayam arab (<em>Gallus turcicus</em>). Jumlah telur yang digunakan untuk setiap unit perlakuan yaitu 50 butir telur sehingga total yang dibutuhkan 200 butir telur ayam arab (<em>Gallus turcicus</em>). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah fertilitas, daya hidup embrio, daya tetas dan bobot tetas telur ayam arab (<em>Gallus turcicus</em>). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam akan dilakukan uji lanjut dengan <em>uji duncan</em>. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa Suhu penetasan hanya berpengaruh nyata terhadap rataan bobot tetas telur ayam arab. Bobot tetas telur ayam arab yang tertinggi (33,68g) pada penelitian ini diperoleh pada perlakuan P3 yang nyata lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 La Ode Dirhamsyah Saputra, Rusli Badaruddin, Takdir Sailihttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/545Evaluasi Komposisi Botani dan Kapasitas Tampung Padang Penggembalaan Sapana di Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan2026-01-30T03:46:54+00:00Yesti Yestisyamsuddin7514@uho.ac.idLa Malesisyamsuddin7514@uho.ac.idSyamsuddin Syamsuddinsyamsuddin7514@uho.ac.id<p>Kabupaten Konawe Selatan memiliki padang penggembalaan seluas ±10 ha, yang berpotensi mendukung pengembangan peternakan sapi potong dengan populasi 60.597 ekor. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi komposisi botani dan kapasitas tampung padang penggembalaan Sapana di Kecamatan Moramo Utara, Konawe Selatan. Penelitian dilakukan pada Januari-Februari 2024 menggunakan metode Measuring Quantity of Vegetation. Hasil penelitian menunjukkan dominasi rumput sebesar 89,62%, leguminosa 0,852%, dan gulma 10,53%. Produksi bahan kering rata-rata 67,03%, dengan kapasitas tampung yang rendah, yaitu 1,06 (ST/ton/tahun).</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yesti Yesti, La Malesi, Syamsuddin Syamsuddinhttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/489Penambahan Tepung Tulang Ayam dalam Ransum Sebagai Sumber Fosfor Terhadap Peningkatan Pemanfaatan Energi Pada Ternak Domba 2025-12-16T05:23:53+00:00Asih Pujiastutiasihpujiastuti13@gmail.com<p>Mineral P yang umum digunakan dalam ransum salah satunya adalah P anorganik seperti <em>Dicalsium phosphate </em>(DCP). DCP berfungsi sebagai sumber mineral dengan ketersediaan hayati yang baik. Namun, penggunaan DCP tanpa strategi suplementasi pendukung (penambahan enzim fitase) belum mampu menurunkan beban lingkungan akibat ekskresi fosfor sehingga perlu adanya sumber mineral alternatif. Sumber mineral alternatif yang dapat digunakan adalah tepung tulang ayam. Penelitian ini bertujuan mengkaji efisiensi pemanfaatan P yang berasal dari tepung tulang ayam dan pemanfaatan energi bagi pertumbuhan ternak. Penelitian dilaksanakan di Desa Gondang Ngisor, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan bulan April - Juni 2017. Sebanyak enam belas ekor domba jantan, umur ±18 bulan dengan bobot badan 27,01±1,51 kg. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian adalah T0 = ransum basal (rumput lapang+ampas tahu); T1 = ransum basal + 1,43% P DCP sesuai kebutuhan; T2 = ransum basal + 2,04% P tepung tulang ayam setengah dari kebutuhan; T3 = ransum basal + 4,08% P tepung tulang ayam sesuai kebutuhan. Kandungan PK dan TDN adalah 16% dan 67%. Rancangan yang digunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola searah dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi energi, energi feses, energi tercerna dan konversi energi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan suplementasi P tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap konsumsi energi, energi feses, energi tercerna, konversi energi terkonsumsi, konversi energi tercerna dengan rerata masing-masing sebesar 4412 Kkal/e/hr; 1463 Kkal/e/hr; 2948 Kkal/e/hr; 42,24 Kkal/g; 28,22 Kkal/g. PBBH (P>0,05) dengan rerata 105,57 g/e/h. Kesimpulan hasil penelitian bahwa suplementasi tepung tulang ayam mempunyai kecenderungan dapat meningkatkan pemanfaatan energi pakan dengan penurunan nilai konversi energi.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Asih Pujiastutihttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/247Karakteristik Peternak dan Usaha Ternak Sapi Bali di Kecamatan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Barat2025-02-18T23:26:25+00:00La Ode Muhamad Ikbal Sawal Mahsyur Syamabdulsakti85@gmail.comAchmad Selamet Akuhairil_hadini@uho.ac.idHairil A Hadinihairil_hadini@uho.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak dan usaha ternak sapi Bali di Kecamatan Tiworo Kepulauan, Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini menggunakan dua sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik peternak sapi bali berada pada usia produktif 85%, tingkat pendidikan SD 46,67%, pekerjaan utama sebagai petani 81,67%, pengalaman beternak lebih dari 10-20 tahun 41,67% dan jumlah tanggungan keluarga 1-3 orang sebanyak 58,33%. Karakteristik usaha ternak sapi bali yaitu skala usaha 1-5 ekor berjumlah 58,33%, ternak milik sendiri 86,67%, sistem pemeliharaan ekstensif 78,33%, kawin alam sebanyak 90% dan waktu penjualan ternak sapi bali disesuaikan dengan kebutuhan.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 La Ode Muhamad Ikbal Sawal Mahsyur Syam, Achmad Selamet Aku, Hairil A Hadinihttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/407Pengaruh Suhu dan Kelembaban yang Berbeda Terhadap Daya Tetas dan Mortalitas Telur Ayam Joper2025-09-08T02:53:28+00:00Muhammad Ammarammar@usk.ac.idHendra Koesmarahendrakoesmara@usk.ac.idMudastirmudastsir@utu.ac.idNurul Hidayatinurulhidayati@usk.ac.idYuyun Fahrinayuyunfahrina@usk.ac.idUlvira Rifniulvirarifni@usk.ac.idQoryna Khalidaqorynakhalida@usk.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh interaksi antara suhu dan kelembaban terhadap daya tetas dan mortalitas embrio telur ayam Joper (Kampung Super atau Jowo Soper). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktor, yaitu suhu inkubasi (A1 = 37,5 °C, A2 = 38 °C, A3 = 38,5 °C) dan kelembaban (B1 = 55 %, B2 = 60 %, B3 = 65 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang nyata (P<0,05) antara suhu dan kelembaban terhadap kedua parameter. Daya tetas tertinggi diperoleh pada kombinasi suhu A3 dan kelembaban B1 (75,33 %), sedangkan mortalitas terendah ditemukan pada kombinasi A2B1 (3,22 %). Suhu yang sedikit lebih tinggi dari standar (38–38,5 °C) dengan kelembaban relatif rendah hingga sedang (50–60 %) terbukti memberikan kondisi optimal bagi perkembangan embrio ayam Joper. Temuan ini penting untuk diaplikasikan dalam sistem penetasan buatan guna meningkatkan efisiensi produksi <em>Day-Old Chick</em> (DOC) Joper.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Ammar; Hendra Koesmara, Mudastir, Nurul Hidayati, Yuyun Fahrina, Ulvira Rifni, Qoryna Khalidahttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/496Kecernaan dan Fermentabilitas Rumen Secara In Vitro Menggunakan Cairan Rumen Kambing yang Diberi Complete Feed Berbasis Ampas Sagu Ambifer2026-01-13T23:53:40+00:00Afsitin Joan Tatraafsitinjt@gmail.comWa Laili Salidoily.salido@gmail.comHusnaeni Husnaenihusnaeni.usn.2019@gmail.comTarmiji Tarmijitarmiji.usn@gmial.com<p>Pemberian pakan dalam bentuk <em>complete feed</em> yang diformulasikan dari bahan-bahan lokal diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal serta mengurangi limbah agroindustri, khususnya dari pengolahan sagu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kecernaan <em>in vitro</em> dan fermentabilitas rumen kambing yang diberi ransum dengan substitusi rumput gajah menggunakan ampas sagu ambifer. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga Oktober 2025 di Kecamatan Tanggetada dengan enam perlakuan pakan, yaitu R0 (0% ampas sagu ambifer), R1 (10%), R2 (20%), R3 (30%), R4 (40%), dan R5 (50%) dengan 4 ulangan. Parameter yang diamati meliputi kecernaan nutrien, yaitu kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), dan kecernaan protein kasar (KcPK), serta karakteristik fermentasi rumen yang terdiri atas asam lemak volatil (VFA), amonia (NH₃), dan pH. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dan data yang berbeda nyata dianalisis menggunakan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi rumput gajah dengan ampas sagu ambifer secara <em>in vitro</em> tidak memberikan pengaruh negatif terhadap kecernaan maupun fermentabilitas rumen. Selain itu, perlakuan R5 secara signifikan (P <0,05) menghasilkan nilai kecernaan dan fermentasi rumen tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Afsitin Joan Tatra, Wa Laili Salido, Husnaeni Husnaeni, Tarmiji Tarmijihttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/129Sifat Fisikokimia Bakso Daging Entok Berdasarkan Jenis Kelamin dan Umur Berbeda2024-12-06T05:22:09+00:00La Ode Munajirlaodemunajir@gmail.comHarapin Hafidharapin.hafid@uho.ac.idAmiluddin Indiharapin.hafid@uho.ac.id<p>Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisikokimia bakso entok berdasarkan jenis kelamin dan umur yang berbeda. Rancangan Pola faktorial rancangan acak lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini. 2 x 4 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jenis kelamin Jantan (J1) dan jenis kelamin betina (J2). Faktor kedua adalah umur 6 bulan (B1), 12 bulan (UB2), 18 bulan (B3) dan 24 bulan (B4). Perlakuan pada studi ini adalah (J1B1) jenis kelamin jantan umur 6 bulan, (J1B2) jenis kelamin jantan umur 12 bulan, (J1B3) jenis kelamin jantan umur 18 bulan, (J1B4) jenis kelamin jantan umur 24 bulan, (J2B1) jenis kelamin betina umur 6 bulan, (J2B2) jenis kelamin betina umur 12 bulan, (J2B3) jenis kelamin betina umur 18 bulan dan (J2B4) jenis kelamin betina umur 12 bulan. Variabel penelitian sifat fisikokimia yaitu rendemen, daya putus, kadar air dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisikokimia bakso daging berdasarkan jenis kelamin dan umur berbeda yang nyata (P<0,05) berdampak terhadap rendemen, daya putus, kadar air dan pH bakso.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 La Ode Munajir, Harapin Hafid, Amiluddin Indihttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/483Uji Aktivitas Antibakteri Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Bakteri Salmonella pullorum dan Bacillus cereus Sebagai Alternatif Feed additive pada Unggas2025-12-05T07:14:41+00:00Syukrah Nur Khaeriyahsyukrahnurkhaeriyah5@gmail.comZamsan Maharanizamzanmaharani@gmail.comSri Purwantisripurwanti@unhas.ac.id<p>Permintaan terhadap produk unggas yang aman dan bebas residu antibiotik mendorong pencarian alternatif alami sebagai pengganti antibiotik sintetis. Salah satu bahan potensial adalah sari buah belimbing wuluh (<em>Averrhoa bilimbi L</em>.) yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dengan kemampuan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sari buah belimbing wuluh terhadap bakteri <em>Salmonella pullorum</em> (Gram negatif) dan bakteri <em>Bacillus cereus</em> (Gram positif) sebagai bahan alami <em>feed additive</em>. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan, yaitu kontrol positif (Chemical antibacterial Behn Meyer), kontrol negatif (aquades), dan lima konsentrasi sari buah belimbing wuluh (20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%), masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah diameter daya hambat pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi sari buah belimbing wuluh juga meningkatkan daya hambat pada bakteri <em>Salmonella pullorum</em> dan <em>Bacillus cereus</em>. Daya hambat terhadap bakteri <em>Salmonella pullorum</em> mulai terlihat pada konsentrasi 40% yaitu 12,90 ± 3,56 mm dan mencapai 21,89 ± 5,23 mm pada konsentrasi 100%, sedangkan terhadap bakteri <em>Bacillus cereus</em> pada konsentrasi 20% yaitu 12,65 ± 2,78 mm dan meningkat hingga 22,15 ± 1,45 mm pada konsentasi 100%. Kesimpulan, sari buah belimbing wuluh menunjukkan aktivitas antibakteri kategori kuat hingga sangat kuat dan mampu meningkatkan daya hambat pada bakteri <em>Salmonella pullorum</em> dan <em>Bacillus cereus</em> (P<0,05), sehingga berpotensi sebagai <em>feed additive</em> alami yang mendukung kesehatan saluran pencernaan unggas.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Syukrah Nur Khaeriyah, Zamsan Maharani, Sri Purwantihttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/503Pengaruh Perbedaan Konsentrat Komersial terhadap Performance Ayam Broiler2025-12-31T06:05:25+00:00Nandita Dwi Septyarinicatursuci88@gmail.comCatur Suci Purwaticatursuci88@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrat komersial terhadap performa ayam broiler yang meliputi Konsumsi Pakan, Pertambahan Bobot Badan, dan Konversi Pakan (Feed Conversion Ratio/FCR). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yaitu P1 (Pemberian pakan 100% konsentrat komersial FF-1 BAS); P2 (Pemberian pakan 100% konsentrat komersial PRO BRO 1 DMC); P3 (Kombinasi 50% konsentrat FF-1 BAS + 50% konsentrat PRO BRO 1 DMC), masing-masing dengan empat ulangan. Ayam broiler dipelihara mulai dari umur 12-35 hari, data performa dicatat secara berkala, dan dianalisis dengan ANOVA serta uji Duncan jika ada perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis konsentrat komersial tidak memberikan pengaruh nyata (P > 0,05) terhadap konsumsi pakan, dengan rerata berkisar antara 120,27–121,97 g/ekor/hari. Pertambahan bobot badan harian juga tidak berbeda nyata antar perlakuan, dengan rerata 77,6–78,85 g/ekor/hari. Nilai FCR pada seluruh perlakuan relatif sama dan tidak berbeda nyata (P > 0,05), dengan rerata 1,54–1,55, yang menunjukkan efisiensi pakan yang baik. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan konsentrat komersial A, konsentrat komersial B, maupun kombinasi keduanya menghasilkan performa ayam broiler yang relatif sama dan efisien dalam mendukung pertumbuhan ayam broiler.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nandita Dwi Septyarini, Catur Suci Purwatihttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/250Persepsi Masyarakat Terhadap Perkembangan Usaha Ayam Broiler di Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat2025-02-20T13:28:09+00:00Anar Tratistotratisto@gmail.comMusram Abadimusram.abadi79@uho.ac.idNur Santy Asminayamusram.abadi79@uho.ac.id<p>Peternakan merupakan subsektor pertanian sebagai penyedia kebutuhan pangan hewani masyarakat. Kegiatan usaha peternakan ayam broiler adalah kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan kualitas daging yang baik untuk memenuhi kebutuhan komoditas daging yang dihasilkan dari peternakan ayam broiler. Penelitian dapat memahami pengetahuan terhadap persepsi masyarakat dalam mengembangkan usaha peternakan ayam broiler yang ada di Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini menggunakan dua sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan cara observasi, wawancara dengan alat alat bantu kuisioner dan dokumentasi. Variabel penelitian yaitu karakteristik responden melipui nama peternak, umur peternak, pendidikan dan pengalaman beternak. Identifikasi persepsi masyarakat tentang aspek ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan terhadap perkembangan ayam broiler. Berdasarkan data yang dihasilkan dalam penelitian terdapat perkembangan persepsi ekonomi sebanyak 71,8%, (baik), persepsi lingkungan sebanyak 78% (baik) dan persepsi sosial budayak 66,6% (cukup).</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Anar Tratisto, Musram Abadi, Nur Santy Asminayahttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/475Meningkatkan Kepatuhan Terhadap Standar Pakan Nasional: Pendekatan AHP Berbasis Pemangku Kepentingan untuk Peningkatan Kualitas Jagung di Sulawesi Selatan 2026-01-12T10:54:55+00:00Ichlasul Amalichlasulamal@unhas.ac.idMita Arifa Hakimmitaarifahakim@unhas.ac.idMuh Ridwan Baharridwanbahar23@gmail.comAndi Muh Fuad Al Kautsar Walinonoandimuhfuad@unhas.ac.idSatria Ridhoichlasulamal@unhas.ac.idRaihan Okto Ramadhanichlasulamal@unhas.ac.idJasmal Ahmari Syamsujasmal.syamsu@unhas.ac.id<p>Jagung (<em>Zea mays L.</em>) merupakan komoditas strategis dalam rantai pasok pakan ternak di Indonesia, namun variasi mutu pasca-panen masih menjadi kendala untuk memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penentu dan memprioritaskan strategi peningkatan kualitas jagung pakan di Sulawesi Selatan dengan pendekatan <em>Analytical Hierarchy Process</em> (AHP) berbasis pemangku kepentingan. Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara mendalam dengan lima kelompok aktor kunci: petani, pengepul, pengusaha pengeringan, penyuluh, dan akademisi. Proses analisis dilakukan menggunakan metode <em>Aggregation of Individual Judgement</em> (AIJ) untuk menghasilkan bobot prioritas global dari masing-masing strategi. Hasil menunjukkan bahwa strategi internal di tingkat petani, khususnya penerapan <em>standard operating procedure</em> (SOP) pasca-panen (EV = 0,280) dan pelatihan teknis (EV = 0,195), menempati prioritas tertinggi. Strategi eksternal, seperti penyediaan gudang standar (EV = 0,163), akses kredit mikro (EV = 0,130), kemitraan kontrol mutu (EV = 0,121), serta pengeringan mekanis (EV = 0,062), juga memiliki kontribusi signifikan terutama dalam mengurangi risiko cemaran jamur. Sub-kriteria dominan yang menentukan keberhasilan strategi adalah pengendalian kadar air dan pencegahan biji berjamur. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi intervensi teknis di tingkat petani dengan dukungan sistemik dari infrastruktur, pembiayaan, dan kemitraan rantai pasok. Kesimpulannya, peningkatan kepatuhan terhadap SNI jagung memerlukan pendekatan kolaboratif berbasis pemangku kepentingan, dengan fokus pada pengendalian kadar air dan pengurangan risiko mikotoksin. Rekomendasi penelitian ini dapat menjadi dasar kebijakan dan program intervensi untuk menjamin mutu jagung pakan yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ichlasul Amal, Mita Arifa Hakim, Muh Ridwan Bahar, Andi Muh Fuad Al Kautsar Walinono, Satria Ridho, Raihan Okto Ramadhan, Jasmal Ahmari Syamsuhttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/339Hubungan Ukuran-ukuran Tubuh Sapi Bali pada Sentra Peternakan Rakyat di Kabupaten Konawe Selatan2025-07-11T04:37:16+00:00Ikhlas Mangkarsimuhammadikhlas121999@gmail.comAchmad Selamet Akuselamet.aku@uho.ac.idDeki Zulkarnaindeki.zulkarnain@uho.ac.id<p>Sapi Bali merupakan salah satu aset nasional yang merupakan <em>plasma nutfah</em> yang perlu dipertahankan keberadaannya dan dimanfaatkan secara lestari sebab memiliki keunggulan yang spesifik. Ukuran-ukuran tubuh ternak dapat digunakan sebagai indikator untuk memperkirakan bobot badan, yang berperan penting dalam penerapan manajemen pemeliharaan ternak yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara ukuran morfometrik tubuh dengan bobot badan sapi Bali di sentra peternakan rakyat Kabupaten Konawe Selatan. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2023 dengan mengambil sampel dari tiga kecamatan, yaitu Tinanggea, Palangga, dan Baito. Ketiga wilayah tersebut merupakan daerah yang telah diusulkan sebagai sentra pengembangan sapi potong oleh pemerintah Kabupaten Konawe Selatan. Variabel yang diamati meliputi tinggi pundak, lingkar dada, panjang badan, dan bobot badan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Microsoft Excel dengan menggunakan rumus koefisien korelasi dan koefisien determinasi, serta dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan erat antara ukuran tubuh dan bobot badan sapi Bali di ketiga kecamatan. Nilai korelasi lingkar dada di Kecamatan Tinanggea sebesar 0,992, Palangga 0,911, dan Baito 0,951. Untuk panjang badan, korelasi di Tinanggea mencapai 0,996, Palangga 0,978, dan Baito 0,884. Sedangkan pada tinggi pundak, korelasi masing-masing sebesar 0,961 (Tinanggea), 0,879 (Palangga), dan 0,905 (Baito). Hasil ini menunjukkan bahwa ketiga wilayah memiliki pola hubungan yang relatif serupa antara ukuran tubuh dan bobot badan sapi Bali.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ikhlas Mangkarsi, Achmad Selamet Aku, Deki Zulkarnainhttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/484Pemanfaatan Sari Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa blimbi L) sebagai Alternatif Feed Additive Berdasarkan Aktivitas Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli 2026-01-09T09:05:51+00:00Zamsan Maharanizamzanmaharani@gmail.comSyukrah Nur Khaeriyahsyukrahnurkhaeriyah5@gmail.comSri Purwantisripurwanti@unhas.ac.id<p>Peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik mendorong pencarian sumber antibakteri alami yang aman dan efektif sebagai pengganti antibiotik sintetik pada ternak. Salah satu bahan alami yang berpotensi adalah buah belimbing wuluh (<em>Averrhoa bilimbi L.)</em> yang mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan asam askorbat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sari buah belimbing wuluh terhadap <em>Staphylococcus aureus</em> dan <em>Escherichia coli</em> sebagai alternatif <em>feed additive</em> pada unggas. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan tiga ulangan, meliputi kontrol positif, kontrol negatif, serta konsentrasi sari 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Uji dilakukan dengan metode sumuran pada media <em>Mueller Hinton Agar</em> (MHA) dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sari belimbing wuluh mampu menghambat pertumbuhan kedua bakteri uji, dan daya hambat meningkat seiring peningkatan konsentrasi (<em>P</em><0,05). Konsentrasi 100% menghasilkan zona hambat tertinggi pada <em>Staphylococcus aureus </em>17,19 ± 2,02, meskipun masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif dan <em>Escherichia coli </em>14,57 ± 3,99. Penelitian ini membuktikan bahwa sari belimbing wuluh memiliki potensi sebagai antibakteri alami terhadap bakteri <em>Staphylococcus aureus</em> dan <em>Escherichia coli</em>.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Zamsan Maharani, Syukrah Nur Khaeriyah, Sri Purwantihttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/513Kadar Protein, Kadar Lemak dan Kadar Kolesterol Telur Asin dengan Penambahan Kombinasi Jahe Gajah (Zingiber offinale. Rosc) dan Bawang Putih (Allium sativum L.)2026-01-21T03:43:57+00:00Yoshi Lia Anggrayniliayoshi.yla@gmail.comMahrani Mahraniliayoshi.yla@gmail.comInfitria Infitrialiayoshi.yla@gmail.comImelda Siskaliayoshi.yla@gmail.comM. Raihan Hadiliayoshi.yla@gmail.com<p>Telur asin merupakan salah satu metode pengawetan pada telur itik yang menggunakan garam dalam jumlah tertentu dan diperam selama 7 sampai 14 hari. Pengawetan ini mampu memperpanjang masa simpan, mengurangi aroma amis pada telur itik, meningkatkan kualitas organoleptik dan meningkatkan nilai nutrisi telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein, lemak dan kolesterol telur asin dengan penambahan kombinasi jahe gajah dan bawang putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan pada penelitian adalah A = kontrol (tanpa perlakuan); B= jahe gajah 20% : bawang putih 80%; C = jahe gajah 50% : bawang putih 50%; D = jahe gajah 80% : bawang putih 20%. Parameter yang diamati yaitu kadar protein, kadar lemak, dan kadar kolesterol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kombinasi jahe gajah dan bawang putih tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar protein, lemak dan kolesterol pada telur asin. Nilai rata-rata kadar protein yaitu 13,96±0,26%, kadar lemak 17,57±0,64%, dan kadar kolesterol 208,35±11,46 mg/100g.</p> <p> </p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yoshi Lia Anggrayni, Mahrani Mahrani, Infitria Infitria, Imelda Siska, M. Raihan Hadihttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/316Karakteristik Fermentasi dan Kecernaan In Vitro Rumen Kambing yang Diberi Ransum Mengandung Tepung Daun Kupu-Kupu (Bauhinia purpurea L) dengan Level Berbeda.2025-06-19T06:31:09+00:00Andi Murlina Tasseandimurlinatasse@uho.ac.idFuji Astuty Auzafuji.auza@uho.ac.idFirman Nasiufirman.nasiu@uho.ac.idMeygi Caesarika Putri Ilahudemeygi.ilahude@gmail.comMusram Abadimusram.abadi79@uho.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fermentasi dan kecernaan rumen kambing secara <em>in vitro</em> dengan pemberian ransum yang mengandung tepung daun kupu-kupu (<em>Bauhinia purpurea</em> L.) pada level yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Metode Tilley dan Terry dalam fermentasi <em>in vitro</em> dengan empat perlakuan, yaitu 0% (T0), 5% (T1), 10% (T2), dan 15% (T3) tepung daun kupu-kupu. Parameter yang diamati meliputi konsentrasi amonia (NH₃), produksi total <em>volatile fatty acid</em> (VFA), kecernaan bahan kering (KcBK), dan bahan organik (KcBO). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan level tepung daun B. purpurea secara signifikan (P<0,05) meningkatkan konsentrasi VFA dan NH₃, serta nilai KcBK dan KcBO. Perlakuan T3 menghasilkan VFA tertinggi (172,6 mmol/L), NH₃ (8,83 mg/100 mL), KcBK (69,5%), dan KcBO (77,3%). Hal ini menunjukkan bahwa daun B. purpurea memiliki potensi sebagai bahan pakan alternatif yang mampu meningkatkan aktivitas fermentasi rumen dan daya cerna nutrien. Penggunaan hingga 15% dalam ransum memberikan hasil terbaik tanpa mengganggu keseimbangan fermentasi mikroba rumen.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Fermentasi Rumen, Kecernaan, NH₃, Tepung Daun Kupu-kupu, VFA.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Andi Murlina Tasse, Fuji Astuty Auza, Firman Nasiu, Meygi Caesarika Putri Ilahude, Musram Abadihttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/535Analisa Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Sapi Aceh di Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang2026-01-26T17:14:11+00:00Mujionomujifiraz123@gmail.comEnike Dwi KUSUMAWATIenike@unikama.ac.idAju Tjatur Nugroho Krisnaningsihajutjatur@unikama.ac.id<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada sapi Aceh di Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, selama tiga bulan (Juni–Desember 2025). Bahan penelitian yang digunakan adalah 280 ekor sapi betina Aceh yang telah diinseminasi pada tahun 2023. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan variabel penelitian <em>Conception Rate</em> (CR), <em>Service per Conception</em> (S/C), dan <em>Non Return Rate</em> (NRR). Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, pengamatan lapangan, dan pencatatan hasil inseminasi buatan, sedangkan data sekunder berasal dari laporan dan catatan reproduksi dari Dinas Peternakan setempat. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai CR, S/C, dan NRR, yang kemudian dibandingkan dengan standar efisiensi reproduksi sapi potong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CR di Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, untuk periode 2023 sebesar 62,86%, menunjukkan bahwa sebagian besar sapi berhasil hamil dengan hanya satu sesi AI. Sementara itu, nilai S/C sebesar 1,69 menunjukkan bahwa kehamilan rata-rata dicapai dengan jumlah inseminasi yang sangat efisien, dan nilai NRR sebesar 62,86%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa inseminasi buatan di Kecamatan Kejuruan Muda cukup baik.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mujiono, Enike Dwi Kusumawati, Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsihhttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/472Pengaruh Pemberian Purified Diet Defisien Kalsium yang Disuplementasi dengan Inulin terhadap Neraca Kalsium Spraguedawley (Rattus Norvegicus)2025-12-11T06:00:34+00:00Nurhayu Nurhayunurynurhayu@uho.ac.idDewi Apri Astutinurynurhayu@uho.ac.idSri Suhartinurynurhayu@uho.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi neraca kalsium dan efek suplementasi inulin pada tikus putih (<em>Sparague dawley</em>) yang diberi <em>purified diet</em> defisien kalsium tanpa atau dengan inulin<em>.</em>Penelitian ini menggunakan 12 ekor tikus putih betina (<em>Sprague dawley</em>) berumur lebih dari 15 bulan yang dipelihara selama 2 bulan. Rancangan penelitian menggunakan RAL dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. 1) K =<em>purified diet</em> kontrol, 2) DK =<em>purified diet</em> defisien kalsium dan 3) I =<em>Purified diet </em>defisien kalsium yang disuplementasi dengan 2.20% inulin. Setiap pagi sisa diet ditimbang. Dalam menghitung konsumsi bahan kering dan neraca kalsium, darah dan feses dikoleksi 5 hari sebelum akhir pemeliharaan. Kalsium plasma dianalisis dengan menggunakan kit O-C FAST®. Konsentrasi kalsium difeses, tulang femur, hati dan ginjal dianalisis dengan menggunakan metode pengabuan basah dan dibaca dengan menggunakan AAS (<em>Atomic Absorption Spectrophotometer</em>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan harian, kalsium di tulang femur, ginjal dan hati tidak berbeda nyata diantara masing-masing perlakuan. Konsumsi kalsium, kalsium di feses dan kalsium plasma perlakuan kontrol secara signifikan lebih tinggi (P<0.01) dibandingkan perlakuan <em>purified diet</em> defisien kalsium. Suplementasi 2.20% inulin pada <em>purified diet</em>defisien kalsium dapat meningkatkan penyerapan kalsium dan retensi kalsium di tulang femur sekitar 11.35%</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurhayu Nurhayu, Dewi Apri Astuti, Sri Suhartihttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/505Meningkatkan Kepercayaan terhadap Pemasaran Daging Sapi Secara Online Melalui Instagram dan eWOM: Sebuah Literature Review2025-12-24T03:14:58+00:00Hana Nur Eritrinahananureritrina@polbangtanmalang.ac.idAisyah Rahma Saniyaaisyahrahma@polbangtanmalang.ac.idAhmad Fahlefi Irhamniahmadfahlefi@polbangtanmalang.ac.idYuviana Intan Maharaniyuvianaintan@polbangtanmalang.ac.idRapizan Rapizanrapizan@polbangtanamalang.ac.idMuh Nur Faturrahmanmuhnurfatturrahman@polbangtanmalang.ac.id<p>Perkembangan media sosial, khususnya Instagram, telah mengubah cara konsumen membangun kepercayaan dan loyalitas terhadap produk agribisnis, termasuk sapi potong. Namun, pemahaman komprehensif mengenai peran interaksi digital dan electronic word of mouth (eWOM) dalam membentuk kepercayaan terhadap produk peternakan lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Instagram dan eWOM dalam meningkatkan kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap produk sapi potong. Metode penelitian menggunakan pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, Scopus, dan Web of Science, yang menghasilkan 1.196 artikel. Setelah penghapusan duplikasi dan proses penyaringan berdasarkan kriteria inklusi, sebanyak 100 artikel dinyatakan layak untuk dianalisis. Penilaian kualitas studi dilakukan menggunakan <em>Mixed Methods Appraisal Tool</em> (MMAT), sedangkan sintesis data dilakukan secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa transparansi informasi, visualisasi autentik, interaksi sosial, dan testimoni konsumen merupakan faktor utama dalam pembentukan kepercayaan. Instagram berfungsi memperkuat pemahaman konsumen, sementara eWOM berperan dalam meningkatkan validasi sosial dan kredibilitas informasi. Integrasi Instagram dan eWOM membentuk suatu <em>trust ecosystem</em> yang mendorong loyalitas konsumen serta memperkuat citra dan legitimasi produk peternakan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi digital yang menekankan keaslian, keterbukaan informasi, dan nilai sosial sangat penting dalam pemasaran agribisnis, serta membuka peluang penelitian empiris lanjutan terkait hubungan antara paparan media sosial dan tingkat kepercayaan konsumen.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hana Nur Eritrina, Aisyah Rahma Saniya, Ahmad Fahlefi Irhamni, Yuviana Intan Maharani, Rapizan, Muh Nur Faturrahmanhttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/404Pengaruh Level Penggunaan Tepung Keong Sawah (Pila ampullacea) terhadap Performa Ayam Kampung2025-08-28T07:33:20+00:00Nurfitri La Samiru La Samirunurfitrils086@gmail.comFuji Astuty Auzafuji.auza@uho.ac.idNatsir Sandiahfuji.auza@uho.ac.id<p>Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh level penggunaan tepung keong sawah (<em>Pila ampullacea</em>) di dalam pakan terhadap performa ayam kampung. Penelitian ini menggunakan 60 ekor ayam kampung yang diternak awal dari umur DOC sampai dengan akhir umur 12 minggu. Penelitian ini menerapkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas P1 (pakan + tepung keong sawah 0%), P2 (pakan + tepung keong sawah 6%), P3 (pakan + tepung keong sawah 12%), P4 (pakan + tepung keong sawah 18%) dan P5 (pakan + tepung keong sawah 24%). Analisis data menggunakan sidik ragam yang selanjutnya jika berpengaruh nyata maka dilakukan uji wilayah berganda Duncan<em> (Duncan multiple Range Test) </em>dengan menggunakan <em>softwhare </em>SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rataan konsumsi pakan, pada P1 dan P3 lebih tinggi dan tidak berbeda nyata terhadap P2 dan P4 (p>0,05), namun berbeda nyata terhadap P5 (p<0,05). Sedangkan nilai rataan peningkatan bobot tubuh pada P1 lebih tinggi dan tidak berbeda nyata terhadap P2 dan P3 (p>0,05), namun berbeda nyata terhadap P4 dan P5 (p<0,05) dan nilai rataan konversi pakan, pada P1 lebih rendah dan tidak berbeda nyata terhadap P2 dan P3 (p>0,05), namun berbeda nyata terhadap P4 dan P5 (p<0,05). Kesimpulan hasil akhir pada penggunaan tepung keong sawah (<em>Pila ampullacea</em>) berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan, peningkatan bobot tubuh dan konversi pakan, ayam kampung (p<0,05). Konsumsi pakan, terbaik terdapat pada perlakuan P3 sedangkan peningkatan bobot tubuh dan konversi pakan, terbaik terdapat pada perlakuan P1.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurfitri La Samiru La Samiru, Fuji Astuty Auza, Natsir Sandiahhttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/534Evaluasi Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Aceh di Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang2026-01-26T16:57:55+00:00Ayu Andrianiayuandrianii044@gmail.comEnike Dwi Kusumawatienike@unikama.ac.idAju Tjatur Nugroho Krisnaningsihajutjatur@unikama.ac.id<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi Aceh di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, selama tiga bulan (Juni–Agustus 2025). Studi ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan tingkat keberhasilan inseminasi buatan melalui perhitungan <em>Conception Rate</em> (CR), <em>Service per Conception</em> (S/C), dan <em>Non Return Rate</em> (NRR). Data terdiri dari sumber primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, pengamatan lapangan, dan pencatatan hasil inseminasi buatan, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari laporan dan catatan reproduksi Kantor Pelayanan Peternakan setempat. Sampel penelitian ditentukan menggunakan metode sampling purposif. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif dengan menghitung nilai CR, S/C, dan NRR, yang kemudian dibandingkan dengan standar efisiensi reproduksi sapi potong. Hasil menunjukkan bahwa nilai CR di Distrik Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, pada periode 2023 sebesar 51,76%, menunjukkan bahwa sebagian besar sapi berhasil hamil dengan hanya satu kali layanan AI. Selain itu, nilai S/C sebesar 2,13 menunjukkan bahwa kehamilan tercapai dengan jumlah inseminasi yang sangat efisien, sementara nilai NRR sebesar 51,76%.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ayu Andriani, Enike Dwi Kusumawati, Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih https://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/546Karakteristik Warna Bulu, Warna Kaos Kaki, dan Unyeng-Unyeng Kerbau Rawa (Bubalus bubalis) di Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan2026-01-30T09:01:29+00:00Alim Abid Muinldnafiu@uho.ac.idLa Ode Nafiuldnafiu@uho.ac.idRusli Badaruddinldnafiu@uho.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik morfologi warna bulu, warna kaos kaki, dan unyeng-unyeng kerbau rawa di Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara <em>purposive sampling </em>di Kecamatan Mowila, karena memiliki populasi kerbau terbanyak kedua di Kabupaten Koawe Selatan. Data yang dipeorleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan sifat-sifat morfologi kerbau rawa. Hasil penelitian menenjukkan bahwa karakteritik morofologi kerbau rawa di Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan masih beragam, dengan rincian warna bulu didominasi warna hitam (70,94%), warna kaos kaki (<em>Stocking</em>) didominasi abu-abu tua (84,6%), unyeng-unyeng didominasi dibagian pinggul (70,9%).</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Alim Abid Muin, La Ode Nafiu, Rusli Badaruddinhttps://jipho.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/488Perubahan Biomassa dan Komposisi Nutrisi Silase Ransum Komplit Berbasis Daun Kakao pada Berbagai Lama Penyimpanan Secara As-Fed2026-01-12T10:58:21+00:00Mita Arifa Hakimmitaarifahakim@unhas.ac.idAndi Muh. Fuad Al-Kautsarmitaarifahakim@unhas.ac.idIchlasul Amalmitaarifahakim@unhas.ac.idAbdul Alim Yaminmitaarifahakim@unhas.ac.idSyahriani Syahrirmitaarifahakim@unhas.ac.idAsmuddin Natsirmitaarifahakim@unhas.ac.idMeygi Caesarika Putri Ilahudemeygi.ilahude@uho.ac.id<p>Daun kakao berpotensi sebagai sumber serat dan komponen nutrien. Meskipun demikian, lama penyimpanan silase sering berpengaruh terhadap kualitas nutrisi akibat perubahan biologis dan kimiawi selama proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dinamika biomassa nutrisi silase ransum komplit berbasis daun kakao yang disimpan secara <em>as-fed</em> pada beberapa periode penyimpanan. Penelitian menggunakan empat perlakuan dengan 5 ulangan yaitu tanpa penyimpanan (P1), 2 minggu (P2), 4 minggu (P3), dan 6 minggu (P4). Ransum diformulasikan dengan kadar protein sekitar 10%, digiling, ditimbang sesuai formulasi, dicampur homogen, dan dikemas secara anaerob dalam unit 1 kg. Parameter yang diamati meliputi bahan kering (BK), protein kasar (PK), serat kasar (SK), dan BETN. Kualitas nutrisi diuji melalui analisis Proksimat dan menggunakan alat Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS). Analisa data menggunakan analisis ragam (<em>Analysis of Variance</em>/ ANOVA) untuk mengetahui pengaruh perlakuan.Hasil menunjukkan adanya penurunan pada kandungan BK, PK, dan SK seiring bertambahnya lama penyimpanan, yang mengindikasikan terjadinya degradasi nutrien akibat aktivitas mikroba fermentatif, respirasi residual, dan proses fermentasi lanjutan selama ensilase. Hasil penelitian menunjukkan kandungan nutrien terbaik yang didapatkan yaitu pada perlakuan P2. Fraksi BETN mengalami peningkatan pada minggu kedua, namun menurun kembali pada masa penyimpanan lebih panjang, mencerminkan konsumsi karbohidrat mudah larut oleh mikroorganisme selama fermentasi berlangsung. Lama penyimpanan silase memiliki pengaruh nyata terhadap kualitas nutrisi ransum komplit berbasis daun kakao. Penetapan periode penyimpanan optimum diperlukan untuk mempertahankan stabilitas nilai nutrisi dan memastikan silase tetap memenuhi standar kualitas untuk pakan ruminansia.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mita Arifa Hakim, Andi Muh. Fuad Al-Kautsar, Ichlasul Amal, Abdul Alim Yamin, Syahriani Syahrir, Asmuddin Natsir, Meygi Caesarika Putri Ilahude